Breaking News:

Pelecehan Anak di Masjid

Ulah Pelajar Cabul di Tempat Ibadah, Kadisdik Merasa Tak Berhasil, Tenaga Pendidik Diminta Evaluasi

Kepolisian Resor Pangkalpinang, telah berhasil menangkap pelajar SMK berinisial IZ (16) karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak kecil

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Riki
Kepala Dinas Pendidikan Babe, M Soleh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang, telah berhasil menangkap pelajar SMK berinisial IZ (16) karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak kecil di sebuah tempat ibadah.

Dengan kejadian tersebut mencoreng pendidikan di Bangka Belitung, karena ulah pelajar yang melakukan pencabulan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M. Soleh, mengatakan dirinya prihatin terhadap ulah pelajar yang telah melakukan pencabulan di tempat ibadah.

Baca juga: BREAKING NEWS Polisi Tangkap Diduga Pelaku Pelecehan Anak di Masjid Kota Pangkalpinang

"Sangat prihatin salah satu siswa, kalaupun bukan pelajar juga kita prihatin dan khawatir bahwa dalam masa pandemi Covid-19 terjadi pencabulan dilakukan di masjid tempat ibadah. Bahwa kita teman-teman di sekolah tidak berhasil mengubah karakter anak-anak. Ini jadi perhatian guru dan semua tenaga pendidikan,"kata Soleh kepada Bangkapos.com, Kamis (20/5/2021) di tempat kerjanya.

Soleh mengatakan, perlu menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama guru di sekolah untuk mengawasi dan memberikan pemahaman, seperti tausiyah atau motivasi terhadap siswa untuk dapat mengubah prilaku dan karakter menyimpang tersebut.

"Kita berharap sekolah mampu jangan sampai kejadian sama ini dapat terulang lagi di Babel ini memalukan kita. Kita merasa gagal sebagai pendidik menciptakan prilaku siswa tidak bermoral seperti ini. Menunjukkan siswa tidak berkarakter sesuai kita harapkan,"katanya.

Soleh juga berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sekolah di mana pelaku pencabulan menempuh pendidikan. 

"Evaluasi kedepan bagaimana membentuk karakter siswa, karena siswa seperti ini harus diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sekolahnya memberikan sanksi, dan orang tua juga harus peduli terhadap pendidikan anaknya dan mengawasi prilaku anak di luar sekolah,"harapnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved