Karyawan Garuda Indonesia Ditawarkan Pensiun Dini, Serikat Pekerja Ungkap Ini Penyebabnya
Irfan memastikan seluruh hak pegawai yang mengambil program pensiun akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku
Sebab, telah disepakati pula untuk tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Penawaran pensiun dini dikabarkan langsung oleh jajaran direksi perusahaan kepada karyawan melalui pertemuan virtual pada Rabu (19/5/2021).
Penawaran ini pun berlaku untuk semua karyawan Garuda Indonesia.
Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Muzaeni mengatakan, sebelum penawaran pensiun dini diberikan kepada karyawan, manajemen perusahaan telah lebih dulu duduk bersama dengan serikat pekerja untuk membicarakan kondisi terkini dan rencana restrukturisasi perusahaan.
"Sebelum penawaran ini memang ada pembicaraan-pembicaraan, karena keuangan perusahaan yang semakin turun drastis dan merugi, serta utang semakin banyak," ungkapnya kepada Kompas.com, Jumat (21/5/2021).
Menurut dia, pembicaraan kondisi perusahaan sebenarnya sudah berlangsung sejak 2020 ketika awal pandemi Covid-19 melanda.
Keuangan perusahaan terus tergerus dan utang kian menumpuk.
Dalam pembicaraan dengan manajemen perusahaan kata Muzaeni, diketahui bahwa saat ini Garuda Indonesia memiliki utang mencapai Rp 70 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp 16 triliun-Rp 17 triliun.
Berbagai upaya pemasaran yang dilakukan perusahaan pelat merah itu untuk meningkatkan penumpang, ternyata belum membuahkan hasil.
Sebab sebagai penyedia jasa penerbangan yang bergantung pada pergerakan orang, selama pandemi masih berlangsung akan terus terimbas.
"Jumlah penumpang hari ke hari semakin turun drastis, bahkan tak sampai 10 persen dari kapasitas pesawat," ujar dia.
Memang pandemi membuat layanan kargo meningkat, tapi rendahnya penerbangan reguler tetap sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Ia bilang, biasanya beberapa penerbangan penumpang sekaligus menjadi penerbangan kargo sehingga dapat menekan biaya.
Namun kini, rendahnya penerbangan penumpang membuat pengiriman barang hanya mengandalkan pesawat khusus penerbangan kargo.
"Jadi berbagai upaya dengan beriklan, layanan carter penumpang, hingga carter kargo juga, ternyata tetap tidak dapatkan hasil," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-maskapai-garuda-indonesia.jpg)