Breaking News:

Hindari Penularan Covid-19 di Rumah, Relawan Simpul Babel Isoman di Pondok Kebun

Anggota Relawan Covid-19 Simpul Babel yang terpapar  Covid-19 terpaksa menjamin isolasi mandiri (isoman) di pondok kebun.

Penulis: edwardi
Editor: M Ismunadi
Istimewa
Anggota Relawan Covid-19 Simpul Babel yang terpapar Covid-19 terpaksa menjamin isolasi mandiri (isoman) di pondok kebun. 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Tingginya angka kenaikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pasca lebaran, menyebabkan beberapa tempat isolasi dan karantina yang disiapkan Pemkab Bangka hampir penuh.

Karena itu banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19, terutama status Orang Tanpa Gejala (OTG) memilihkan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Seperti yang dilakukan anggota Relawan Covid-19 Simpul Babel yang terpapar  Covid-19 terpaksa menjamin isolasi mandiri (isoman) di pondok kebun.

"Masyarakat terpapar Covid-19 di Bangka Belitung terus naik signifikan dalam beberapa minggu  terakhir ini. Masyarakat yang terpapar juga semakin banyak hingga ruang karantina yang disiapkan pemerintah daerah penuh, akhirnya mengambil kebijakan pemberlakuan isolasi mandiri," kata Ujang Supriyanto, Ketua Relawan Covid-19 Simpul Babel, Jumat (28/05/2021).

Ujang Supriyanto merasa miris selaku satgas relawan Covid-19 yang sudah lebih 1 Tahun berjibaku memberikan edukasi dan sosialisasi protokol Kesehatan Covid-19 selama ini mengisyaratkan bahwa kebijakan isolasi mandiri diibaratkan kita beternak Covid-19.

"Isolasi mandiri yang dilakukan di rumah-rumah pribadi kadang  terpantau oleh para tenaga kesehatan yang memang sudah sangat terbatas personil serta ruang dan waktu kerja mereka.

Bahkan hingga saat ini ketika anggota  relawan Covid-19 Simpul Babel  ada yang terpapar dan kondisi ruang karantina penuh maka untuk menghindari isolasi Beternak Covid-19 di rumah, maka dengan kondisi apa adanya relawan pun harus melakukan isolasi mandiri di Kebun dan hingga hari ke 4, Kamis (27/05/2021) belum ada satu petugas kesehatan setempat yang mendatangi atau menghubungi pasien ini," kata Ujang Supriyanto.

Sehingga Ketua Satgas Relawan Covid-19  turun tangan langsung memantau kondisi relawan tersebut termasuk di dalam penyediaan kebutuhan logistik bahan pangan selama isoman di kebun.

Ujang berharap pemerintah daerah lebih serius dan focus terhadap penanganan Covid-1 ini , fungsi pentahelix dan koordinasi harus terus ditingkatkan hingga ke level bawah . 

"Fungsi ketajaman koordinasi level satgas desa dan kelurahan harus jelas dan menyatu jangan sampai ada warga yang isolasi mandiri di kebun kebun tanpa pantauan," harap Ujang Supriyanto.

Kasus relawan isolasi di kebun, tentunya ini mungkin  satu diantara banyaknya kasus  warga yang terpapar selama ini banyak di kebun, sehingga pantauan dan beternak Covid-19 pun tak mungkin untuk kita hindari

'Refucosing anggaran juga harus jelas, jangan sedikit sedikit bicara dialihkan ke Covid-19 tapi nyatanya penanganan Covid-19 makin melemah karena terbentur alasan anggaran tidak ada," ujar Ujang Supriyanto

Semoga kita semua semakin menyadari fungsi kegotongroyongan dalam penanganan Covid-19 di Bangka Belitung. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved