Senin, 18 Mei 2026

RELAWAN Terkonfirmasi Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri di Kebun, Ruang Karantina Penuh

Ujang dan kawan-kawan yang sudah lebih satu tahun berjibaku memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan covid-19 merasa miris melihat situas

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
Relawan Satgas Covid-19 Simpul Babel
Ketua Relawan Satgas Covid-19 Simpul Babel Ujang SUproyanto saat mengunjungi personelnya yang terpapar covid-19 saat mengisolasi mandiri di rumah kebun beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM - Virus corona atau covid-19 memang tak pandang bulu.

Siapa saja bisa terkonfirmasi positif virus yang sudah mengubah banyak hal di dunia ini.

Termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Tidak hanya masyarakat biasa, petugas medis hingga relawan covid-19 pun bisa terkonfirmasi positif virus ini.

Seorang relawan Satgas Covid Bangka Belitung berinisial DK dikabarkan terkonfirmasi positif covid-19. 

DK mengisolasi diri secara mandiri di kebun. 

"Masyarakat yang terpapar juga semakin banyak hingga ruang karantina yang disiapkan pemerintah daerah provinsi pun penuh , saking penuhnya pemerintah daerah akhirnya mengambil kebijakan pemberlakuan isolasi mandiri," kata Ketua Satgas Relawan Covid-19 Simpul Babel Ujang Supriyanto dalam rilis yang diterima bangkapos.com Jumat (28/5/2021).

Ujang dan kawan-kawan yang sudah lebih satu tahun berjibaku memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan covid-19 merasa miris melihat situasi saat ini. 

Dia mengisyaratkan bahwa kebijakan isolasi mandiri diibaratkan seperti beternak covid.

"Isolasi mandiri yang dilakukan di rumah rumah pribadi kadang kurang terpantau oleh para tenaga kesehatan yang memang sudah sangat terbatas personil serta ruang dan waktu kerja mereka," papar Ujang.

Hingga saat ini kata Ujang ketika ada relawan covid 19 Simpul Babel yang terpapar corona.

Namun tidak bisa masuk ruang karantina yang penuh.

Maka untuk menghindari isolasi beternak covid-19 di rumah maka dengan kondisi apa adanya relewan pun harus melakukan isolasi mandiri di kebun.

"Hingga hari keempat, Kamis (28/5/2021) belum ada satu petugas kesehatan setempat yang mendatangi atau menghubungi pasien DK," ujar Ujang.

Ujang pun berinisiatif turun tangan langsung memantau kondisi relawan tersebut termasuk didalamnya penyediaan kebutuhan logistik bahan pangan selama isolasi di kebun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved