Kuliner
Nikmati Lezatnya Lempah Kuning di Saung, Yuk Mampir ke Rumah Panggung Cafe & Resto
Rumah Panggung Cef & Resto yang terletak di Jalan Air Merapin Nomor 50 Sungailiat Bangka ini menampilkan saung-saung, dengan view hijau rerumputan.
Penulis: nurhayati |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jika Anda ingin menikmati suasana alam yang masih asri sambil menikmati makanan dan minum bersama keluarga, rekan kerja maupun kelompok arisan atau pengajian, Rumah Panggung Cafe & Resto Sungailiat, Kabupaten Bangka bisa jadi pilihan.
Rumah Panggung Cef & Resto yang terletak di Jalan Air Merapin Nomor 50 Sungailiat Bangka ini menampilkan saung-saung, dengan pemandangan hijau rerumputan, dan pepohonan buah-buahan di sekelilingnya.
Para pengunjung yang datang juga menikmati beragam kuliner khas Bangka hingga seafood.
Muchlisin pemilik Rumah Panggung mengatakan, tempat usahanya ini sudah buka lagi pascalebaran Idul Fitri pada 24 Mei 2021 lalu.
Bagi pengunjung yang bosan dengan menu daging dan ayam pascalebaran Idul Fitri, pilihan kuliner di Rumah Panggung Cafe & Resto bisa menjadi pilihan yang cocok.
Di Rumah Panggung Cafe & Resto para pengunjung bisa menikmati menu favorit yakni lempah kuning dan iga sapi yang banyak digemari.
"Di sini ada beragam menu. Kita menyajikan yang terbaik. Kita nggak pelit sama bumbu," kata Muchlisin saat berbincang dengan Bangkapos.com, Jumat (04/06/2021).
Dari sisi hargapun pengunjung tak perlu khawatir karena makanan yang disajikan di rumah makan ini ramah di kantong.
Harga makanan di Rumah Panggung Cafe & Resto bervariasi, mulai dari Rp15.000 - Rp55.000, sedangkan minuman dari Rp5.000 hingga Rp25.000.

Bagi yang ingin mengajak anak-anak di sini juga miliki area main untuk anak-anak.
Selain itu juga ada musala, dan saat makan pengunjung ditemani instrumen musik serta area parkir yang sangat luas.
Bagi pengunjung yang ingin mengadakan acara pesta pernikahan maupun ulang tahun, pihaknya juga menerima acara-acara garden party.
Di era pandemi Covid-19 ini diakui Muchlisin, berdampak juga terhadap bisnis kulinernya.
"Sejak pandemi melanda kami sangat berdampak dengan menurunnya omzet sekitar 70 perssn. Kami tetap berusaha eksis meskipun sangat berat dengan menyesuaikan harga-harga menu kami biar orang-orang lebih terjangkau karena ekonomi kita lagi sulit," ungkap Muvhlisin.
Pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung aman dan terhindar dari virys Corona.