Breaking News:

Ponpes Tahfidz Guntur Terbakar

Iskandar Ajak Masyarakat Babel Bantu Pembangunan Kembali Ponpes Tahfidz Guntur yang Terbakar

Asrama putra ponpes berukuran 20 meter x 6 meter yang terbuat dari papan dan kayu itu, Minggu (6/6/2021) dini hari, ludes terbakar.

Penulis: Herru Windharko | Editor: Dedy Qurniawan
ist/dok. H Iskandar
PUING-PUING - Sejumlah santri melihat sisa-sisa barang yang terbakar di asrama Pondok Pesantren Tahfidz Guntur, Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (6/6) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - H Iskandar selaku Pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Guntur di Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Bangka Selatan, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa ponpes penghafal Al-Qur’an tersebut.

Asrama putra ponpes berukuran 20 meter x 6 meter yang terbuat dari papan dan kayu itu, Minggu (6/6/2021) dini hari, ludes terbakar.

Beruntung 21 santri yang tertidur lelap di dalam asrama saat kebakaran terjadi selamat.

Namun seorang ustazah mengalami luka bakar sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Semua yang ada di asrama terbakar, baju, Al-Qur’an, buku pelajaran anak-anak, habis. Tersisa hanya baju yang anak-anak dan pengasuh pakai yang terpisah dari asrama saja tidak terbakar,” kata Iskandar yang juga Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel saat dihubungi, Minggu (6/6/2021) malam.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Namun kerugian akibat musibah tersebut mencapai Rp250 juta.

Iskandar menyatakan musibah ini adalah ujian dari Allah SWT dan ia meyakini akan ada hikmah dibalik kejadian tersebut.

“Ini musibah, saya yakin Allah punya keinginan lain dari keinginan kita. Tentunya keinginan Allah adalah yang terbaik buat kita. Mudah-mudahan Allah menggantinya dengan yang terbaik,” tutur Iskandar.

Baca juga: Pondok Tahfidz Guntur Terbakar, Santri Terpaksa Tidur di Pondok Kecil Berdinding Terpal

Ia menyatakan akan segera membangun kembali asrama putra yang terbakar karena para santri membutuhkan asrama untuk tempat tinggal.

“Sebenarnya minggu ini kita sudah mulai membangun asrama putri, dan sebagian bahan sudah tersedia. Namun dengan adanya kondisi ini, bahan bangunan itu akan kita gunakan untuk membangun kembali asrama putra yang terbakar,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved