Berita Bangka Selatan
Kisah Ustazah Vitria Anjelika Terobos Kobaran Api Demi Selamatkan 3 Santri, Begini Keadaannya Kini
Saat jam 3 fajar terbangun karena merasakan panas. Saat terbangun api sudah mulai membesar daerah pojok kamar yang perempuan. Saat terbangun langsung
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Jadi ustadzah tersebut memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.
"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung pangkalan batu," katanya menceritakan.
Setidaknya ada dua santri yang bersedia pergi untuk mencari pertolongan dengan berjalan kaki dan memakai senter dua santri tersebut pergi ke Pangkalan Batu sekitar 400 meter dari pondok pesantren.
Saat warga Pangkalan Batu mengetahui pesantren kebakaran, para warga pun berteriak untuk memberitahukan kepada warga lain
"Pesantren kebakaran, pesantren kebakaran, teriak warga," tirunya.
Sangking besarnya api sampai sampai warga pun tidak memakai senter saat menghampiri lokasi kejadian.
Jalani Dua Kali Operasi
Saat itu ustadzah itu hanya merasakan panas dan dibawa dengan motor ke rumah warga dan saat sampai di rumah satu di antara warga melihat punggung Usatzah sudah melepuh karena luka bakar.
Kata dia, di ponpes hanya ada dua orang ustazah dan ustaz. Santri semuanya ada 19 orang. TK 8 orang dan tidak menginap, kemudian ada 10 orang yang menginap di antaranya tiga perempuan dan 7 laki laki.
Ustazah Vitria Anjelika mengalami luka bakar akibat kebakaran Pondok Pesantren Tahfizh Guntur di Dusun Pangkalan Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Bangka Selatan, Minggu (6/6/2021) lalu.
Sebelumnya, Ustazah Vitria Anjelika sempat dirawat di Puskesmas Payung kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kalbu Intan Medika.
"Ke Payung dulu sempat diinfus sebentar, kemudian dirujuk langsung ke sini (RS KIM)," kata Ismanto, ayah korban saat ditemui Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).
Setelah menjalani dua kali operasi di bahu dan yang kedua pada luka bakar di beberapa bagian tubuh, Ustazah Vitria Anjelika mengakui sudah mulai mendingan.
"Alhamdulillah mulai mendingan karena dikasih salep atau obat sehingga sakit berkurang," ucap Vitria Anjelika.
"Operasi di bahu masih sadar disuntik bius juga sadar tidak kerasa sakit. Operasi kulit masih sadar dan merasa dingin, kemudian diurut kepala kemudian tidak sadar," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sejumlah-santri-melihat-sisa-sisa-barang-yang-terbakar-di-asrama-pondok-pesantren-tahfidz-guntur.jpg)