Senin, 20 April 2026

Pondok Tahfidz Guntur Terbakar

Terbakar dan Robohnya Pesantren Kami, Kisah Ustazah Menerobos Kobaran Api Besar Demi Jaga Amanah

Rasanya pengin menangis mendengar kisahnya| Ustazah Vitria berlari sambil memadamkan api di jilbabnya| Ia berjuang mati-matian demi menjaga amanah

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Ist
Terbakar dan Robohnya Pesantren Kami, Kisah Ustazah Menerobos Kobaran Api Besar Demi Jaga Amanah - Pondok pesantren santri Tahfidz Guntur Dusun Pengkalen Batu terbakar, Minggu (6/6/2021) dini hari dan hanya menyisakan baju yang dikenakan santri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Korban kebakaran Pondok Pesantren atau Ponpes Tahfidz Guntur, di Dusun Pengkalen Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Bangka Selatan pada Mingu (6/6/2021) itu bernama Vitria Anjelika.

Kini ia tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Kalbu Intan Medika (KIM), Pangkalpinang.

Bangkapos.com bertemu Ustazah Vitria Anjelika, Senin (7/6/2021) kemarin.

Ustazah yang masih berusia 18 tahun dan baru 10 hari mengejar di Tahfidz Guntur itu tampak terbaring lemas.

Tangan kanan dan kirinya bahkan punggungnya dipenuhi perban.

Tubuhnya ditutupi kain.

Jarum infus tampak menempel di bahu kanannya.

Kepada bangkapos.com, dia berbagi cerita dramatis mengenai detik-detik kejadian.

Saat itu, Ustazah Vitria Anjelika terbangun sekitar jam 3 pagi setelah merasakan suhu panas di dalam kamar.

Ternyata kebakaran.

Alangkah kagetnya Ustazah Vitria saat itu.

Saat kejadian, di ponpes tersebut ada satu ustazah, satu ustaz, 3 santriwati, dan 7 santri yang menginap.

Ia bergegas membangunkan para santriwati yang masih tertidur.

Ustazah Vitria langsung menerobos api naik ke lantai dua.

"Saat jam 3 fajar terbangun karena merasakan panas. Saat terbangun api sudah mulai membesar daerah pojok kamar yang perempuan. Saat terbangun langsung memanggil ustaz," kata Ustazah kepada Bangkapos.com, Senin (7/6/2021).

Dua santriwati, Cahaya dan Sinta yang dibangunkan Ustazah Vitria langsung disuruh ke bawah menyelamatkan diri.

Sementara itu ada satu lagi santriwati, Mahatul, yang memang susah bangun.

Ustazah Vitria kemali menerobos api untuk membangunkannya.

Mahatul bangun dan segera disuruh menyelamatkan diri.

"Setelah bangun langsung membawanya ke bawah sambil memapahnya. Apinya dari atas posisinya kan pondok jadi apinya sudah ke bawah semua," ucapnya.

Ustazah Vitria teringat di bawah tempat mengajar ada satu unit motor milik seorang ustaz.

Ia pun berusaha menyelamatkan motor tersebut.

"Saya sekuat tenaga menyelamatkan motor dibawa agak menjauh dari kobaran api," lanjutnya.

Motor selamat, Ustadzah itu kembali teringat dengan uang yayasan.

Ia menerobos api yang telah membakar pondok.

"Karena itu uang yayasan saya enggak punya uang untuk menggantikannya. Saat itu api sudah menyebar ke seluruh pondok tetapi saya nekat masuk lagi sendiri ke dalam untuk menyelamatkan uang yayasan tersebut melalui pintu yang sudah penuh dengan api," jelasnya.

Baca juga: Iskandar Ajak Masyarakat Babel Bantu Pembangunan Kembali Ponpes Tahfidz Guntur yang Terbakar

Saat menerobos, api sudah melalap jilbab ustazah.

Ustazah Vitria nyaris terjebak.

"Karena api sudah besar banget jadi tidak mungkin saya turun ke bawah pelan pelan melalui tangga, jadi saya memilih untuk terjun dari lantai atas," sambungnya.

Setelah terjun ke bawah dari ketinggian kurang lebih 3 meter, Ustazah Vitria berlari.

Ia lari sekuat tenaga sambil memadamkan api di sejumlah pakaian yang ia kenakan.

Ustazah Vitria juga memanggil santri laki-laki dan menyuruh mereka memanggil warga setempat.

"Siapapun itu yang laki-laki tolong panggil warga kampung Pangkalan Batu," katanya menceritakan.

Setidaknya ada dua santri yang bersedia pergi untuk mencari pertolongan dengan berjalan kaki dan memakai senter.

Dua santri ini pergi ke Pangkalan Batu, sekitar 400 meter dari pondok pesantren.

Saat warga Pangkalan Batu mengetahui pesantren kebakaran, para warga pun berteriak untuk memberitahukan warga lain.

Saking besarnya api, sampai- sampai warga pun tidak memakai senter saat menghampiri lokasi kejadian.

"Pesantren kebakaran, pesantren kebakaran, teriak warga," tirunya.

Pilihan Ustazah Vitria untuk melompat dari ketinggian 3 meter karena sudah terjebak api yang membesar adalah keputusan tepat.

Sebab beberapa saat kemudian pondok pesantren tersebut roboh.

Ia bersama para santri dan santriwati serta warga sekitar menyaksikan pondok pesantren itu, tempat mereka menuntut ilmu itu, roboh dilalap api.

Ada 3 santriwati yang diselamatkan oleh ustadzah.

Semuanya selamat dan tidak ada luka luka.

Sementara sang ustazah diselamatkan ke rumah warga karena luka bakar dan dirawat fasilitas kesehatan di Bangka Selatan sampai akhirnya dirujuk ke Pangkalpinang.

Baca juga: Pasca Kebakaran, Tenda dan Pakaian Sangat Dibutuhkan Santri/Santriwati Ponpes Tahfidz Guntur

Demi jaga amanah

Farida, ibu Vitria saat ditemui Bangkapos.com, Senin (7/6/2021) kemarin bercerita, aksi nekat anaknya itu adalah untuk menjaga amanah yang dititipkan padanya.

Selain santriwati, motor, ada juga uang  yayasan dan donatur yang berhasil diselamatkan Ustazah Vitria.

Uang itu, punya yayasan Rp4 juta dan sumbangan donatur Rp1,7 juta, ia pegang erat-erat agar tak ikut terkena api.

"Dia berpikiran apabila uang tidak diselamatkan, dirinya tidak ada uang mengantikannya, itu amanah orang," ujar Farida.

Farida menyebutkan, ia dan Vitria Anjelika berasal dari Irat, Kecamatan Payung.

Farida bersama suaminya Ismanto (ayah Vitria) sempat syok setelah mendapat kabar pesantren itu terbakar.

"Ada yang nelpon bahwa pesantren kebakaran, sebelumnya belum tahu anak saya kena luka bakar, setelah tahu langsung dibawa ke puskesmas Payung dan dirujuk ke Rumah Sakit Kalbu Intan Medika," ucapnya.

Kini Ismanto dan Farida berharap agar putri mereka itu lekas sembuh.

Baca berita lainnya terkait Ponpes Tahfidz Guntur Terbakar

(bangkapos.com/widodo/Dedy Qurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved