Rabu, 29 April 2026

Warga Belitung Timur Diterkam Buaya

Jasad Warga Gantung Belitung Timur yang Diterkam Buaya Ditemukan, Kondisinya Mengenaskan

Jasad Edi Pradesa (42), warga Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (13/6/2021) telah ditemukan siang ini.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Dedy Qurniawan
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Pengangkatan korban diterkam buaya oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (13/6/2021) di Sungai Lenggang, Gantung, Belitung Timur 

BANGKAPOS.COM - Jasad Edi Pradesa (42), warga Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (13/6/2021) telah ditemukan siang ini.

Edi sebelumnya diterkam buaya ganas saat hendak menambang timah secara tradisional di sekitar Bendungan PICE.

Sempat hilang, jasad Edi akhirnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan.

Pantauan posbelitung.co (Bangka Pos Group), raungan tangis keluarga mengiringi evakuasi pengangkatan korban terkaman buaya di Sungai Lenggang, sekitar Bendungan PICE, Gantung, Belitung Timur ini.

Korban bernama Edy Pradesa berusia 42 tahun ditemukan Tim SAR Gabungan pukul 13.40 WIB tidak jauh dari Jembatan Sungai Lenggang.

Ditemui posbelitung.co, Danpos SAR Basarnas Belitung Rahmatullah Hasyim mengatakan proses evakuasi kali ini cukup dramatis.

Karena buaya tersebut terkesan bermain-bermain, hilang timbul di permukaan sungai.

"Kendala proses evakuasi kali ini lebih ke buayanya yang hilang timbul sehingga tim SAR harus ekstra hati-hati dalam upaya penyelamatan korban," kata Rahmatullah.

Dia bilang saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kemudian tubuh korban juga sudah tidak lengkap yaitu tangan kiri dan kaki kiri diduga dimakan buaya.

Saat ini korban dibawa ke RSUD Belitung Timur untuk dipulasari dan nanti dimakamkan.

Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Belitung, BPBD, Tagana, Sat Polairud, TNI AL, Satpol PP, dan warga setempat.

Sebelumnya, Edy diketahui ingin melimbang timah di tepian Bendungan Pice pukul 05.30 WIB.

Namun, tiba-tiba Edy diduga diterkam buaya dan dibawa ke tengah sungai.

Menurut keterangan warga, tetangga sekitar sempat mendengar teriakan korban dan warga sempat ingin mengejar dengan perahu namun terlanjur dibawa ke jauh.

Sebelumnya diberitakan, korban bernama Edi Pradesa.

Dia dilaporkan diserang buaya di Bendungan PICE, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Edi dikabarkan diserang buaya dari belakang.

Peristiwa terjadi pada Minggu (13/6/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Camat Gantung Yusmawandi mengungkapkan kronologinya Edi ingin melimbang timah di sekitar Bendungan Pice Gantung.

Lalu tiba-tiba Edi diterkam buaya dari arah belakang.

"Tadi buaya sempat timbul ke permukaan sungai di bawah Jembatan Gantung. Buaya berukuran sekitar empat sampai lima meter," kata Yusmawandi.

Baca juga: Penyebab Buaya Sungai Lenggang Makan Orang, Wakil Bupati Belitung Timur Beberkan Hal Ini

Kronologis dan upaya pencarian korban

Wartawan Posbelitung.co (Bangka Pos Group), Bryan Bimantoro melaporkan langsung dari lokasi kejadian.

Dilaporkan, korban Edi diterkam buaya saat ingin mencari timah di sekitar Bendungan PICE, Belitung Timur.

Edi Pradesa kemudian diterkam buaya yang diperkirakan berukuran 4-5 meter dan diseret ke tengah.

Tim pencarian terus berupaya mencari korban.

Buaya dilaporkan sempat muncul di tengah Sungai Lenggang, sungai yang menampung aliran dari Bendungan PICE.

Buaya dilaporkan sempat muncul dan membawa sesuatu yang disebut mirip potongan kaki manusia.

Buaya juga sempat tampak saat Bryan menayangkan langsung video upaya pencarian.

Buaya kemudian menghilang.

Kepada posbelitung.co, Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata mengatakan konflik manusia dan buaya di Gantung ini sudah beberapa kali terjadi selama ini, namun ini yang pertama di Gantung.

Dia sendiri mengatakan sudah sering mengimbau kepada pelimbang agar tidak beraktivitas di sungai.

"Tak hanya mengimbau, kami juga sudah sering menertibkannya," kata Iptu Wawan.

Dia mengatakan saat ini Tim SAR Gabungan tengah mencari jasad korban di sekitar Jembatan Gantung, perbatasan Desa Lenggang dan Desa Selinsing.

"Tadi sempat melihat buaya timbul di permukaan membawa jasad korban. Minta doa kepada masyarakat supaya bisa cepat ditemukan," kata dia.

Iptu Wawan kembali mengimbau kepada masyarakat Gantung agar berhati-hati saat beraktivitas. Dia ingin masyarakat lebih mengutamakan keselamatan daripada hal lainnya.

Upaya pencarian jadi tontonan warga

Warga penuhi area seputaran jembatan Gantung, Belitung Timur, mereka dihebohkan dengan peristiwa manusia diserang buaya.

Beberapa dermaga buatan warga yang terbuat dari kayu pun tampak dipadati oleh warga yang penasaran.

Sementara itu tim sar gabungan menurunkan dua perahu karet ditambah satu perahu nelayan dalam proses pencarian korban hilang diterkam buaya tersebut.

Mereka menyaksikan proses pencarian korban, yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Beberapa kali buaya yang menggigit korban tampak menimbulkan moncong kepalanya yang dalam posisi mengigit bagian paha atas korban, tampak jelas buaya  paha korban dalam gigitan buaya tersebut.

Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi mengatakan keberadaan buaya di sungai Lenggang memang sudah lama, jumlahnya pun sudah tak terhitung lagi.

"Sore aja biasanya dia (buaya) lalu lalang, dan jadi tonton-tontonan warga. Tahun 2021 ini merupakan kejadian ke-dua di sungai ini sebelumnya memang cuman diserang, tapi kali ini diambil," ujar Arief kepada posbelitung.co, Minggu (13/6/2021).

Tahun-tahun sebelumnya memang sudah pernah kejadian serupa terjadi, saat itu, menurutnya ada orang yangsedang membersihkam perahu, kemudian ada juga penambang yang diserang.

"Buaya ini ukuran sekitar tiga-empat meter. Korbam merupakan warga Desa Lenggang, atas nama Edy Pradesa (42)," ucapnyanya.

Dia pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan menjadi perhatian pemerintah daerah, karena kasus serupa sudah terjadi berulang kali.

Baca juga: Kelemahan Buaya Ada Pada Matanya, Inilah Kisah dari Mereka yang Selamat

Kata Wabup Beltim

Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengatakan pemerintah sudah berupaya berkali-kali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di Sungai Lenggang.

Karena diduga di sungai ini banyak bersarang buaya ganas yang berbahaya.

Wabup Khairil bilang ke depan pemerintah bakal menentukan langkah strategis demi mengeliminasi konflik sejenis terjadi kembali di Belitung Timur.

"Saya pikir ini penyebabnya adalah lingkungan dan habitat buaya yang terganggu. Manusia selalu mengusik. Sama seperti kita kalau diusik kan bagaimana?" kata Wabup saat memantau jalannya proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan, Minggu pagi.

Khairil mengingatkan manusia tidak hidup sendiri jadi ia memohon agar hati-hati dan memikirkan yang lain saat beraktivitas.

Khairil bilang pemerintah sudah sering melarang, mengimbau, dan menertibkan aktivitas yang mengganggu lingkungan namun belum dijadikan perhatian dari masyarakat.

"Kita berharap kejadian ini tidak lagi terjadi ke depannya. Pemerintah bakal berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait apakah hewan ini bakal dibuat penangkaran atau seperti apa kita lihat nanti. Yang pasti pemerintah tidak diam," tambahnya.

#buaya #diterkambuaya #Gantung #BelitungTimur #RunningNews

(posbelitung/suharli/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved