Berita Pangkalpinang
Dibantu PT Timah, Pokdakan Selepuk Indah Kini Panen Udang Galah
Budidaya perikanan menjadi salah satu sektor yang dilakukan PT Timah untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang belum juga
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Budidaya perikanan menjadi salah satu sektor yang dilakukan PT Timah untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.
Salah satunya, ialah budidaya udang galah yang dilakukan oleh Pokdakan Selepuk Indah di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat.
Melalui CSR PT Timah Tbk Pokdakan Selepuk Indah telah menebar ribuan ekor bibit udang galah. Bibit udang galah didatangkan dari Sukabumi dan Yogyakarta. Pasalnya, untuk bibit udang galah belum ada di Bangka Belitung.
Dari ribuan bibit yang ditebar sekitar tujuh bulan lalu, kini Pokdakan Selepuk Indah berhasil memanen puluhan kilogram udang galah yang mereka budidayakan dengan berbagai tantangan yang dihadapi.
Tidak semua, udang galah mereka panen, beberapa mereka gunakan sebagai indukan sehingga nantinya bisa menghasilkan bibit udang galah sendiri.
Ketua Pokdakan Selepuk Indah, Muslimin mengatakan dari bantuan CSR PT Timah ini mereka terbilang berhasil membudidayakan udang galah. Udang galah yang dipanen memiliki ukuran cukup besar.
Pokdakan ini membudidayakan udang galah dengan membuat pakan sendiri dan juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh perikanan yang bekerjsama dengan PT Timah Tbk.
“Hasilnya lumayan, sebenarnya bisa lebih dari ini cuma kemarin ada kendala air laut masuk ke sini, terus listrik belum masuk jadi kita enggak bisa membuat gelembung air. Dengan segala keterbatasan ini terbilang berhasil. 1 kg itu sekitar 20 ekor udang galah, lumayan besar-besar,” katanya dalam rilis kepada bangkapos.com, Kamis (17/6/2021).
Diakui Muslimin, udang galah memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak peminat. Bahkan tak jarang warga datang ke tempat mereka untuk membeli udang galah, hanya saja udangnya belum bisa diproduksi dengan banyak.
Untuk itu, saat ini pihaknya sedang melakukan ujicoba untuk pembibitan, pasalnya untuk pembesaran sudah membuahkan hasil yang cukup baik.
“Kami jual Rp 100 per kg, ini banyak peminatnya kurang barang malah. Nanti yang besar kita pindahkan ke kolam sebelah untuk dijadikan indukan. Karena kan CSR PT Timah ini tujuannya nantinya kelompok kita ini bisa menjadi sentral penyedia bibit udang galah, sehingga bibitnya enggak perlu lagi didatangkan dari luar, tapi itu tadi kami masih kendala di listrik untuk pembesaran maupun pembibitan,” ujarnya.
Menurutnya, sejak awal mereka membudidayakan udang galah mereka dibantu penuh oleh PT Timah Tbk, tidak hanya bibit, tapi juga sarana dan prasarana pendukung lainnya. Pihaknya juga membuat pakan sendiri dan mendapatkan pendampingan.
“Bantuan dari CSR tahap I itu bibit, rumah pakan, pompa sedot lumpur, dan lainnya intinya untuk kebutuhan budidaya udang galah. Kami bersyukur bisa jadi bagian dari program CSR PT Timah karena ini kan memberikan lapangan pekerjaan bagi kami dan anggota kelompok, kami juga dapat ilmu baru dengan pendampingan. Kami berharap tidak hanya kami, nantinya juga akan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, karena kan banyak yang belum berhasil membudidayakan udang galah ini,” katanya.
Dirinya juga berharap, nantinya PT Timah akan terus membantu mereka dan melakukan pendampingan, sehingga kelompoknya bisa menjadi salah satu penyedia bibit udang galah di Babel.
“Terimakasih sekali kepada PT Timah yang sudah sangat membantu kami, kalau tidak dibantu tidak mungkin bisa seperti ini dan tentunya ini manfaatnya luar biasa. Tidak hanya kami kelompok yang merasakan, tapi juga masyarakat sekitar,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210617-udang-galah-pokdakan.jpg)