Selasa, 21 April 2026

Indonesia Harus Waspada, Tanda-tanda Perang di Laut China Selatan, AS Kirim Kapal USS Ronald Reagan

Tindakan yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS ini pun mendapat kecaman dari beberapa pihak lantaran disebut memicu konflik. Negara yang paling ...

warzone
Tiga kapal induk Amerika: USS Ronald Reagan (CVN-76), USS Nimitz (CVN-68), dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71) dalam satu formasi. Amerika kerahkan tiga kapal induk ke Laut China Selatan dan Laut China Timur 

Indonesia Harus Waspada, Tanda-tanda Perang di Laut China Selatan, AS Kirim Kapal USS Ronald Reagan

BANGKAPOS.COM -- Kawasan Laut China Selatan ( LCS ) kembali tegang.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyatakan salah satu kapal induk miliknya, USS Ronald Reagan tengah memasuki Laut China Selatan pada Selasa (15/6/2021).

Apa yang dilakukan oleh salah satu armada laut AS ini disebut sebagai misi rutin oleh Angkatan Laut Paman Sam.

Melansir dari Reuters, Operasi juga melibatkan operasi penerbangan pesawat tempur dan latihan serangan maritim termasuk dengan pelatihan taktis terkoordinasi antar unit darat dan udara.

"Operasi kapal induk di Laut China Selatan adalah bagian dari kehadiran rutin Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik," kata Angkatan Laut AS.

Baca juga: Warga Angkat Senjata Lawan Junta MIliter, Sebut Myanmar Kini bak Rumah Jagal

Tindakan yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS ini pun mendapat kecaman dari beberapa pihak lantaran disebut memicu konflik.

Negara yang paling keras menyerukan penentangan atas tindakan AS tersebut tak lain adalah China.

Namun demikian, dalam misi rutin ini, USS Ronald Reagen tak sendirian bergerak di laut yang tengah bersengketa ini.

Dalam menjalankan misi, salah satu kapal induk AS ini didampingi kapal penjelajah rudal USS Shiloh dan kapal perusak rudal USS Halsey.

Pengerahan tim tempur ini dilakukan AS saat ketegangan antara Washington dan Beijing terus meningkat, terutama pasca-pertemuan negara kelompok G7 di Cornwall, Inggris, 11 sampai 13 Juni lalu.

Isu politik internasional ini memang cukup menyita perhatian banyak negara termasuk China sendiri.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, sikap China jadi salah satu topik utama yang dibahas oleh tujuh negara maju tersebut.

Baca juga: Kejadian Lagi, Paul Pogba Tiru Ronaldo Setelah, Turunkan Minuman Beralkohol saat Sesi Jumpa Pers

Melansir dari Kompas.com yang mengutip dari hasil pertemuan atau communique yang dirilis, negara G7 menyebut China punya banyak masalah.

Mulai dari masalah HAM etnis Uighur di Xinjiang, otonomi Hong Kong, pandemi virus corona, sampai Laut China Selatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved