Australia Mendadak Samakan Indonesia dengan Israel dan India, Ternyata ini Alasannya
"Australia sekarang lebih mempercayai Israel, Indonesia, dan India," Namun, perlu pula dicatat bahwa survei itu dilakukan pada awal Maret ....
Pandangan Australia ini tentang hubungan internasional juga telah menunjukkan beberapa perubahan besar, dan yang terbesar adalah terkait dengan AS dan China.
Kepercayaan oleh warga Australia di Amerika Serikat ini meningkat setelah pemilihan AS pada tahun 2020.
Yaitu pemilihan yang juga menunjukkan kekalahan Donald Trump dari Partai Republik dan digantikan oleh Joe Biden dari Demokrat.
Sementara itu, kepercayaan dari orang-orang Australia pada China pun turut menurun.
Namun, belum jelas persisnya apa yang sampai menyebabkan penurunan tersebut.
Baca juga: Israel Tak Ada Pilihan Lain Selain Gempur Iran, Ternyata Konflik 1979 Jadi Awal Mulanya
Baca juga: Ini Universitas-universitas Terbaik di Indonesia 2022 & Lulusan dari 6 Kampus yang Cepat Dapat Kerja
Baca juga: Kemarahan Ariel NOAH yang Meledak-ledak Ternyata Pernah Membuat Luna Maya Terkejut, Pecahkan Kaca?
Mengingat pula sejumlah cerita negatif yang muncul dari China pada tahun lalu.
Termasuk soal tindakan keras China di Hong Kong, tarif China atas barang-barang Australia, dan tentu saja penemuan COVID-19 di kota Wuhan, China.
Melissa Conley Tyler, seorang peneliti di Institut Asia Universitas Melbourne, mengatakan pula bahwa perubahan sentimen terhadap AS "tidak mengejutkan", karena sangat cenderung mengikuti popularitas presiden AS.
Dia mengatakan cara China dan AS menangani COVID-19 kemungkinan akan mengurangi kepercayaan warga Australia pada keduanya.
Selain terkait kepercayaan dengan dua negara adikuasa tersebut, ada pula peningkatan kepercayaan ditunjukkan pada negara-negara lainnya.
Di antaranya kepercayaan orang-orang Australia terhadap Israel, Indonesia, dan India.
Rupanya, Australia sejajarkan Indonesia dengan kedua negara tersebut dalam hal kepercayaanya.
"Australia sekarang lebih mempercayai Israel, Indonesia, dan India," kata laporan tersebut.
Namun, perlu pula dicatat bahwa survei itu dilakukan pada awal Maret 2021.
Sebelum pecahnya kekerasan terbaru di wilayah Palestina, sehingga hasil itu tidak menangkap potensi perubahan sentimen mengenai Israel sejak saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210624-militer-australia.jpg)