Ikan Pari
Sengatan Ikan Pari Mengandung Racun Bisa Timbulkan Nyeri, Berikut 7 Langkah Cara Mengobatinya
Ekor ikan pari dapat menghasilkan sengatan yang kuat dan sangat menyakitkan
BANGKAPOS.COM - Ikan pari (rays) merupakan jenis ikan laut yang umumnya berbentuk pipih. Ada 300 lebih spesies ikan pari di dunia yang tersebar di perairan subtropis, perairan tropis, serta perairan antartika.
Ikan pari adalah hewan laut yang berbentuk datar dan pipih. Siripnya lebar membentang sepanjang tubuh menyerupai sayap.
Ikan ini juga memiliki tulang belakang yang tajam dengan tepi berduri dan bagian ekornya meruncing mirip cambuk.
Di ujung ekor, ada satu atau lebih duri yang ditutupi oleh selaput. Setiap duri mengandung racun. Ekor ikan pari dapat menghasilkan sengatan yang kuat dan sangat menyakitkan.
Umumnya, ikan pari hanya akan menyengat jika diganggu atau terinjak oleh perenang.
Saat terinjak, ikan pari akan mengangkat ekor panjangnya dan langsung menyerang dengan sengat berduri yang terdapat pada pangkal ekornya. Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah pergelangan atau telapak kaki.
Pada duri yang terletak di ekor ikan pari, terdapat kelenjar racun yang cukup berbahaya. Sengatan yang mengandung racun tersebut dapat membuat jaringan robek.
Meskipun akibat dari terkena racun ikan pari biasanya tidak terlalu fatal, luka yang ditimbulkan tetap menyakitkan.
Racun ikan pari memiliki kandungan enzim 5-nukleotidase, fosfodiesterase, dan serotonin neurotransmiter. Serotonin inilah yang menyebabkan otot polos berkontraksi parah, hingga sengatan terasa menyakitkan.
Enzim yang terdapat pada ekor ikan pari sendiri menyebabkan jaringan sel mati.
Selain rasa nyeri yang luar biasa, sengatan ikan pari juga bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti :
- Kram atau kejang otot
- Mual dan muntah
- Diare
- Kerusakan pembuluh darah arteri
Tersengat ikan pari adalah hal yang sangat tidak diharapkan. Ketika hal ini terjadi, sambil menunggu bantuan medis datang, berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan :
1. Tetap tenang
Ketika disengat ikan pari, Anda mungkin langsung merasakan nyeri luar biasa di bagian tubuh yang tersengat.
Meski sakit, Anda harus berusaha untuk tidak panik. Kepanikan hanya akan membuat racun dari ekor pari semakin menyebar luas ke dalam tubuh sehingga timbul reaksi keracunan yang lebih serius.
2. Lepaskan duri
Jika tak memungkinkan untuk segera menepi ke daratan, tetaplah di lautan dan segera periksa bagian tubuh yang disengat ikan pari.
Apabila ada serpihan duri kecil menempel di kulit, lepaskan secara perlahan.
Penting untuk dipahami bahwa Anda tidak disarankan untuk mencabut serpihan duri yang panjang dan besar, apalagi yang menancap di leher, dada, atau perut.
Mencabut duri yang panjang dan besar dapat menyebabkan perdarahan luar yang semakin memperparah kondisi Anda.
3. Bersihkan luka dengan air
Saat masih berada di laut, segera bersihkan luka dengan air yang ada (dapat dibersihkan dengan air laut) dengan cara mengguyur luka. Tujuannya adalah untuk membersihkan luka dari duri dan fragmen tulang ikan pari yang mungkin tertinggal di dalam luka.
4. Rendam luka dengan air panas
Sesampainya di darat, segera rendam luka dengan air panas. Namun, hati-hati jangan sampai air panas tersebut menyebabkan luka bakar. Suhu air yang disarankan adalah sekitar 40 derajat Celsius.
Rendamlah luka maksimal selama 90 menit. Merendam luka dengan air panas bertujuan untuk mematikan racun dari sengatan ikan pari dan mengurangi nyeri yang dirasakan oleh korban.
5. Bersihkan luka
Setelah berhasil mencabut duri-duri yang menancap, segera bilas area yang terluka dengan air bersih dan sabun. Jika keduanya tidak tersedia, Anda bisa bilas luka dengan air laut.
Berikan sedikit tekanan pada bagian tubuh yang disengat ikan pari untuk memperlambat perdarahan dan mendorong racun keluar tubuh.
Segera menuju daratan untuk mendapatkan pertolongan medis.
6. Meminimalkan Perdarahan
Ekor ikan pari bisa membuat tusukan yang cukup dalam. Bila terjadi perdarahan saat tersengat ikan pari, tekan dengan kasa atau kain. Kehilangan darah yang berat dapat berakibat fatal.
Namun, jangan menutup luka rapat-rapat karena bisa membuat infeksi berat bila masih ada kuman di dalam luka. Setelah bantuan datang, tim medis akan memeriksa kondisi penderita, memasang infus, dan membalut luka agar tidak terjadi perdarahan terus-menerus.
Setibanya di rumah sakit, penanganan yang diterima penderita adalah pembersihan luka, serta pemberian antibiotik dan antinyeri.
7. Tutup luka dengan perban
Sebelum menutup luka, bersihkan dulu luka dengan air bersih dan sabun. Setelah perawatan luka dilakukan, tutup luka dengan perban, tetapi jangan diplester terlalu kencang.
(Bangkapos.com/Ranthi Apriliah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ikan-pari_20180205_081824.jpg)