Senin, 13 April 2026

Ketika Jokowi Curhat: Saya Dulu Disebut Otoriter, Bebek Lumpuh, Plonga-plongo, dan Bapak Bipang

Tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya. Saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar ...

capture video
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

Ketika Jokowi Curhat: Saya Dulu Disebut Otoriter, Bebek Lumpuh, Plonga-plongo, dan Bapak Bipang

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tidak mengambil pusing dan memberikan tanggapan atas kritikan berupa gambar dan narasi yang diunggah oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Dalam unggahan BEM UI itu, Jokowi disebut sebagai sosok "The King of Lip Service". Pasalnya, dirinya dinilai kerap memberikan janji, tetapi tidak direalisasikan.

Menurut Jokowi, kritikan yang disampaikan BEM UI menjadi satu dari sekian banyak julukan yang pernah diberikan kepadanya.

Sejak dulu dirinya dituding atau dikritik dengan berbagai macam istilah.

"Ya itu kan sudah sejak lama ya, dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter," ujarnya saat memberikan keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/6/2021).

"Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak Bipang. Terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King of Lip Service," lanjutnya.

Baca juga: IDI Minta Pemerintah Tutup Pintu Masuk Indonesia, Varian Delta Disebut Mulai Mendominasi

Doa Agar Cepat Kaya dan Rezeki Tak Terduga Segera Datang

Terkait unggahan BEM UI tersebut, Jokowi menilai merupakan bagian dari ekspresi mahasiswa. Di negara demokrasi seperti Indonesia kritik tersebut diperbolahkan.

"Universitas tidak perlu menghalangi mahasiwa untuk berkespresi," katanya.

Hanya saja Jokowi ingatkan bahwa dalam menyampaikan ekspresi harus dilakukan secara sopan. Indonesia kata dia memiliki budaya tata krama dan budaya kesopansantunan.

Baca juga: Doa Penangkal Sihir dan Santet Termasuk Cara Mengatasi Orang Kena Pelet, Sihir, Teluh & Jin

Baca juga: Penyebab dan Tanda-tanda Orang Meninggal Suul Khotimah, Ini Bedanya dengan Husnul Khotimah

"Tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya. Saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat, tapi yang saat ini penting, ya kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk penanganan Pandemi Covid-19," pungkasnya.

Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan Jokowi ucapan selamat sebagai juara umum lomba 'Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan'. (Twitter Aliansi Mahasiswa UGM)
Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan Jokowi ucapan selamat sebagai juara umum lomba 'Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan'. (Twitter Aliansi Mahasiswa UGM) (Twitter Aliansi Mahasiswa UGM)

Untuk diketahui sebelumnya kritik terhadap Jokowi, tidak hanya dilontarkan oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Mantan Ketua Umum MPR Amien Rais menyebut demokrasi di era Jokowi hanya seolah-olah dan cenderung otoriter.

Untuk diketahui BEM UI dalam akun Instagramnya mengkritik Presiden Jokowi.

Baca juga: Studi Com-COV Oxford Menunjukkan Campuran Vaksin AstraZeneca & Pfizer Hasilkan Kekebalan Lebih Baik

Baca juga: Warga Korea Utara Patah Hati, Menangis Melihat Pemimpin Mereka, Kim Jong Un Tampak Kurus

Baca juga: Dua Cara Mudah Memperbarui WhatsApp Agar Aplikasi Selalu dalam Versi Terbaru

BEM UI mengunggah gambar Presiden Jokowi disertai tulisan "Jokowi: The King of Lip Service".

BEM UI menilai pernyataan Jokowi sering tidak sesuai dengan kenyataan, salah satunya terkait dengan polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

(*/ Tribunnews.com )

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved