Kamis, 9 April 2026

Studi Com-COV Oxford Menunjukkan Campuran Vaksin AstraZeneca & Pfizer Hasilkan Kekebalan Lebih Baik

ketika kedua vaksin tersebut diberikan pada interval empat minggu, maka akan menginduksi respon imun yang berada di atas ambang batas...

http://dinimon.com
ilustrasi 

Studi Com-COV Oxford Menunjukkan Campuran Vaksin AstraZeneca & Pfizer Hasilkan Kekebalan Lebih Baik

BANGKAPOS.COM -- Baru-baru ini, studi terbaru yang dilakukan Universitas Oxford membuah kabar gembira.

Pasalnya, studi Universitas Oxford yang disebut Com-COV, membandingkan jadwal dua dosis campuran vaksin AstraZeneca dan Pfizer.

Studi terbaru menunjukkan campuran vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca dan Pfizer menghasilkan respons kekebalan yang lebih baik, Al Jazeera melaporkan.

Hal itu dapat terjadi ketika suntikan vaksin Pfizer diberikan empat minggu setelah suntikan vaksin AstraZeneca.

Studi Universitas Oxford menemukan, dalam kombinasi apa pun kedua vaksin menghasilkan antibodi konsentrasi tinggi terhadap protein lonjakan virus corona.

Baca juga: IDI Minta Pemerintah Tutup Pintu Masuk Indonesia, Varian Delta Disebut Mulai Mendominasi

Data tersebut memberikan dukungan bagi keputusan beberapa negara Eropa yang telah mulai menawarkan alternatif untuk vaksin AstraZeneca sebagai suntikan kedua setelah vaksin dikaitkan dengan kasus pembekuan darah yang langka.

Menurut Matthew Snape, profesor di bidang pediatri dan vaksinologi di Universitas Oxford, dan kepala penyelidik dalam uji coba tersebut, studi Com-COV telah mengevaluasi kombinasi AstraZeneca dan Pfizer untuk melihat sejauh mana vaksin ini dapat digunakan secara bergantian.

Hasil evaluasi itu menunjukkan, ketika kedua vaksin tersebut diberikan pada interval empat minggu, maka akan menginduksi respon imun yang berada di atas ambang batas.

"Studi Com-COV telah mengevaluasi kombinasi 'campur dan cocokkan' dari vaksin Oxford dan Pfizer untuk melihat sejauh mana vaksin ini dapat digunakan secara bergantian, berpotensi memungkinkan fleksibilitas di Inggris dan peluncuran vaksin global," kata Snape.

"Hasilnya menunjukkan bahwa ketika diberikan pada interval empat minggu kedua jadwal campuran menginduksi respons imun yang berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh jadwal standar vaksin Oxford/AstraZeneca," tambahnya.

Respon antibodi tertinggi terlihat pada orang yang menerima dua dosis vaksin Pfizer, dengan kedua jadwal campuran menghasilkan respons yang lebih baik daripada dua dosis vaksin AstraZeneca.

Baca juga: Singapura Siap Hidup dengan Covid-19, Orang Asing Bakal Diperbolehkan Masuk Tanpa Karantina

Suntikan vaksin AstraZeneca yang diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik, dan juga respons antibodi yang lebih tinggi daripada Pfizer yang diikuti oleh AstraZeneca.

Hasilnya adalah untuk kombinasi vaksin yang diberikan dengan interval empat minggu kepada 830 peserta.

Com-COV juga melihat jadwal campuran selama interval 12 minggu, dan Snape mencatat bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diketahui menghasilkan respon imun yang lebih baik dengan interval yang lebih lama antara dosis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved