Breaking News:

Literasi Digital di Kabupaten Belitung Bahas Peluang Usaha di Dunia Digital

Mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Penulis: iklan bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist
Literasi Digital Kabupaten Belitung (23/6) 

BANGKAPOS.COM - Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital.

Tujuannya untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yaitu  Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan S.E, M.M memberikan sambutan bahwa Literasi Digital dari Kominfo ini sangat bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. 

Detsy Yani (Ketua Relawan Bangka Belitung dan Guru SMKN 1 Simpangkatis) membahas “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”

Detsy menjelaskan efek disrupsi digital yaitu akan ada pekerjaan yang banyak dibutuhkan dalam 5 tahun ke depan seperti Software Enginering, Marketing Specialist dan sebagainya sementara pekerjaan yang mulai tidak dibutuhkan dalam 5 tahun terakhir di antaranya Administrasi, Salesperson dan lain lain.

Dijelaskan pula bahwa ada tantangan yang datang  diantaranya perkembangan teknologi terlalu cepat, perubahan gaya hidup, peredaran data dan informasi tanpa batas ruang dan waktu, serta sumber data yang beraneka ragam. 

"Tips maju di era digital antara lain memiliki spesialisasi kemampuan (soft skill), Ikuti online courses, blog, dan channel yang memberikan edukasi tentang informasi dunia digital terbaru, Tingkatkan kemampuan komunikasi dan mempromosikan diri sendiri," jelas Detsy.

Lebih lanjut Detsy memberikan penjelasan pesatnya perkembanganteknologi harus seimbang dengan tingkat kecakapan masyarakat, agar teknologi dapat digunakan tepat dan berdaya guna.

Lebih lanjut Fithrorozi, S.Kom., M.E (Pendiri dan Ketua Komunitas Telinsong Budaya – Komunitas Literasi) membahas tentang “Wawasan Kebudayaan Dalam Proses Transformasi Digital” 

Fithrorozi menerangkan perubahan adalah keniscayaan, lewat alam semesta kita  bertukar pikiran dan data, saling mengenal  suku bangsa. Kebudayaan akulturatif  berkembang pesat  mempengaruhi gaya hidup sehingga wawasan kebangsaan perlu diperkuat dengan  wawasan kebudayaan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved