Breaking News:

Sebelum Ada Korban, Warga Minta Buaya yang Sering Muncul di Kolong Retensi Jembatan 12 Ditangkap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memastikan akan menindaklanjuti kemunculan buaya di Kawasan Sungai Rangkui

Penulis: tidakada006 | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Yuranda
Warga Kelurahan Rangkui, tengah memancing di Kawasan Sungai Rangkui atau tepatnya di Kolong Retensi Jembatan 12, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Jumat (2/7). 

BANGKA POS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang memastikan akan menindaklanjuti kemunculan buaya di Kawasan Sungai Rangkui atau tepatnya di Kolong Retensi Jembatan 12, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, sejak beberapa hari terakhir ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris BPBD Pangkalpinang, Dedi, saat dihubungi, Jumat (2/7) siang.

Dedi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung dalam upaya penanganannya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di seputaran kolong tersebut, agar berhati-hati dan selalu waspada.

“Kepada orangtua, untuk selalu memantau anak-anaknya saat bermain di seputaran sungai tersebut. Jangan mengambil risiko kalau itu membahayakan keselamatan. Kami juga tidak membiarkan buaya itu, tetap kami akan tangani,” ujar Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Rizal (50), warga Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, merasa resah dengan kemunculan buaya di kawasan Sungai Rangkui atau Kolong Retensi Jembatan 12, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang.

Warga pun meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang agar segera menangani permasalahan kemunculan buaya ini, sebelum adanya korban keganasan buaya tersebut.

“Kalau bisa dari Pemkot Pangkalpinang segera tangani permasalahan buaya ini sebelum jatuh korban. Resah sudah pasti, karena banyak warga mancing dan anak-anak sering bermain di sini,” kata Rizal yang tinggal tak jauh dari kawasan Sungai Jembatan 12, Selasa (29/6).

Diakuinya, ada tiga buaya yang berukuran kurang lebih 1,5 meter. Menurutnya, tiga buaya ini kerap naik ke darat untuk berjemur.

Untuk mengantisipasi terjadinya korban, masyarakat sekitar melarang bagi pemancing dan anak-anak untuk berenang atau nyebur ke kolong itu. “Memang yang muncul buaya di sini tidak besar, ada tiga buaya ukurannya sekitar 1,5 meter. Buaya itu muncul di bawah Jembatan 12, untuk berjemur,” ucapnya.

Ia juga meminta, semua pihak terkait segera menindaklanjuti kondisi ini. (Bangka Pos/Yuranda)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved