Jumat, 8 Mei 2026

Husnul Khotimah

Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah, Nampak Sama Tapi Artinya Berbeda

husnul khotimah memiliki arti sebuah akhir yang baik. Maknanya adalah sebuah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.

Tayang:
bangkapos.com/ Asif
Ilustrasi keranda jenazah 

Husnul diambil dari kata hasan yang artinya baik. Khotimah sendiri memiliki arti yaitu sebuah akhir.

Jadi, husnul khotimah memiliki arti sebuah akhir yang baik. Maknanya adalah sebuah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.

Banyak orang yang salah mengeja atau menuliskan kata husnul khotimah menjadi arti khusnul khotimah.

Padahal kata husnul dan khusnul memiliki arti yang jauh berbeda. Husnul memiliki arti baik sedangkan khusnul memiliki arti hina. Jadi, arti khusnul khotimah adalah sebuah akhir yang hina.

Tentu ini akan menjadi fatal bila kemudian ada orang yang meninggal lantas kamu mengucapkan atau menuliskan, “semoga almarhum khusnul khotimah” yang artinya semoga berakhir dalam keadaan hina.

Walaupun begitu, kedua kalimat ini sebenarnya hanya beda transliterasi tapi merujuk ke satu kata yang sama.

Seseorang menuliskan arti khusnul khotimah atau husnul khatimah atau selainnya, maka maksudnya adalah yang bermakna akhir yang baik. Bukan makna lainnya. Tentunya yang dinilai adalah niat baik yang ingin disampaikan.

Tidak hanya pada arti khusnul khotimah, hal ini juga berlaku pada tulisan Insya Allah, Insyallah, Insha Allah, dan lain-lain.

Arti khusnul khotimah tentunya disampaikan dengan maksud yang baik. Namun begitu alangkah baiknya jika kamu menggunakan kata yang benar karena sudah tahu, bukan arti khusnul khotimah tapi husnul khotimah yang berarti akhir yang baik .

Ada beberapa keutamaan yang akan didapatkan ketika seorang muslim meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Saat kamu mengakhiri hidup dalam keadaan yang baik atau dalam keadaan berislam yang sempurna maka itu menjadi bukti takwa kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT yang sering disampaikan oleh khatib ketika sholat jum’at.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS. Ali-Imran: 102)

Ketika seseorang berakhir dalam keadaan yang baik maka ia akan diberikan taufiq untuk menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana hadist Nabi SAW dari Anas bin Malik Radiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“ Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?”

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved