Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Imbas PPKM Darurat, Sopir Travel di Bandara Depati Amir Mengeluh Sepi Penumpang

Seorang sopir travel bandara, Solihin (45) bahkan mengaku sudah dua hari terakhir tidak mengantar penumpang, meski dirinya selalu bersiap di konter.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sopir travel di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung saat menunggu penumpang di depan pintu kedatangan, Kamis (8/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta baru tiba di Bandar Udara (Bandara) Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (8/7/2021) pagi.

Para sopir travel seketika langsung beranjak dari tempat duduknya masing-masing setelah mengetahui pesawat baru tiba dan bersiap menawarkan jasanya.

Para sopir taksi dan travel di Bandara ternyata mengeluhkan sepinya penumpang pesawat saat ini.

Seorang sopir travel bandara, Solihin (45) bahkan mengaku sudah dua hari terakhir tidak mengantar penumpang, meski dirinya selalu bersiap di konter yang berada tepat di depan pintu kedatangan penumpang.

"Sepi sejak ada namanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM-red) Jawa-Bali itulah," ujar Solihin kepada Bangkapos.com, Kamis (8/7/2021).

Solihin mengatakan, sebelum pemberlakuan PPKM darurat dirinya bisa mengantar penumpang hingga dua kali jalan dengan empat penumpang sekaligus. Namun sekarang, hanya bisa mengantar satu penumpang saja per harinya.

"Kita kan berbagi juga dengan yang lain, sopir travel di sini (Bandara-red) kan banyak. Kita harus saling memahami lah," terang dia.

Biasanya dalam sehari ia bisa mendapatkan Rp500 ribu, akan tetapi dalam dua hari terakhir hanya bisa mendapatkan Rp100 ribu.

Untuk harga yang dipatok sopir travel bervariasi tergantung dengan jarak tempuh, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per penumpang plus barang bawaan.

"Untung-untungan dapat penumpang sekarang ini. Kemarin Idulfitri juga begitu, sekarang menjelang Iduladha juga sama," keluh dia.

Hal senada juga dikeluhkan sopir lain, Topa (45). Semenjak PPKM darurat berlangsung mulai tanggal 3 Juli 2021 kemarin penumpang di bandara mulai sepi.

"Alhamdulillah sekarang ini kalau bisa bawa satu penumpang itu. Untuk bawa penumpang banyak sudah tidak mungkin lagi, penumpang pesawat juga sepi," kata dia.

Menurutnya, pemerintah yang mengambil kebijakan memberlakukan PPKM darurat dianggap tidak tepat. Sebab, tidak memperhatikan masyarakat yang mencari rezeki di sektor pelayanan dan jasa.

Bahkan dengan sepinya penumpang, ia terkadang harus pulang dengan tangan hampa.

"Tidak tepat lah kalau sekarang ini, kita juga mau cari rezeki, mata pencaharian kita disinilah. Apalagi sekarang bensin juga dihapus, tidak sesuai dengan biaya operasional kita," sebutnya.

Ditambahkan dia, apabila PPKM masih akan berlangsung sampai tanggal 20 Juli 2021 ia tak tahu lagi harus menggantungkan mata pencaharian dari mana.

"Tidak tahu lagi mau kerja apa, umur juga sudah tua. Mau jadi sopir travel ke pelabuhan juga tidak bisa karena sama saja sepinya," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved