Virus Corona di Bangka Belitung
Positivity Rate Bangka Belitung Mencapai 26 Persen, Begini Pengakuan Satgas Covid-19
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, untuk posisi positivity rate di Babel saat
Penulis: Riki Pratama |
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, untuk posisi positivity rate di Babel saat ini berada pada kisaran 26,62 persen.
Diketahui Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.
Berdasarkan standar yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka positivity rate Covid-19 seharusnya kurang dari 5 persen.
"Terkait tracing dan testing harusnya dilakukan ke satu orang positif itu dilakukan tracing ke 20 orang kontak erat. Jadi saat ini misalnya sudah terdapat 23.188 kasus, dikalikan 20 orang sekitar 463.760 orang yang menjadi kontak erat ada di kita, sehingga tracing ini masih perlu ditingkatkan,"jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Jumat (9/7/2021).
Mikron, mengakui untuk melakukan tes ke ratusa ribu kontak erat tersebut memerlukan petugas medis yang banyak, tetapi saat ini sedang terbatas karena menangani peningkatan kasus Covid-19.
"Pertama memang kami sempat mengajukan para relawan sebutanya tracker. Relawan ini sudah dilatih membantu tracing ke kontak erat. Tetapi belum berjalan masih mengandalkan tenaga kesehatan, yang saat ini tugasnya banyak, selain melakukan vaksinasi, dan menangani kasus positif Covid-19 jadi sudah khwalahan,"katanya.
Dia mengatakan sebenarnya apabila petugas tracker berjalan harapanya dapat membantu petugas medis. Tetapi, karena terkendala anggaran sehingga program tersebut tidak dapat berjalan.
"Tentunya pasti petugas ini dapat membantu, dengan melakukan tracing dari satu orang yang positif, terhadap 20 orang kontak erat. Sementara yang kontak erat yang terdata telah ditracing karena kontak erat hanya 33.272 orang, jadi kekurang, hitungan hanya 7 persen, sisanya kontak erat tidak terpantau, karena trakcer tidak ada,"ujarnya.
Kemudian untuk upaya menekan positivity rate turun, adalah dilakukan penerapan prokes, seperti penggunaan masker dan lainya. Karena apabila masyarakat banyak yang negatif dapat menekan angka positivity rate.
"Kenapa harus banyak yang negatif, karena itu adalah upaya pencegahan dengan dilakukanya testing ke 100 orang misalnya, hasil negatif hanya 10 artinya hanya 10 persen. Kemudian siapa saja yang menjadi sasaran 3T untuk menekan angka positivity rate, pertama adalah masyarakat kontak erat, yang kedua dalam posisi pelaku perjalanan, ketiga masyakat yang memiliki mobilitas tinggi dan berada dalam kerumunan,"katanya.
Selain itu dia mengakui, saat ini Bangka Belitung terkendala pelaksanaan 3T yang dirasakan maksimal, sehingga membuat positivity rate tinggi.
"Testing dan tracing kurang sehingga positivity rate tinggi, kemudian ketersedian rapid test antigen saat ini kosong, kita lagi mengajukan ke pusat di BNPB, sementara di tempat lain sepertinya ada pengadaan di masing-masing daerah, layanan PCR masih ada di Labkesda dan untuk prabayar masih dilakukan,"terangnya.
Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, mengatakan,
Satgas penanganan covid-19 kabupaten/kota harus responsif dan koordinatif, baik dalam pengawasan penerapan Protokol Kesehatan.
"Terutama dalam aktivitas masyarakat maupun dalam penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif. Penyediaan fasilitas isolasi terpusat di wisma karantina menjadi sangat penting, sehingga kontrol dan treatment bisa dilakukan terpadu dan fokus,"kata Andi.
Menurutnya perlu ada ketegasan dan komitmen setiap kepala daerah dalam pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran Prokes merupakan bagian dari konsistensi dan ikhtiar dalam memutus mata rantai penularan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210701-sekretaris-satgas-covid-19-provinsi-babel-mikron-antariksa.jpg)