Minggu, 10 Mei 2026

Gempa Hari Ini

Ada Pergeseran Lempeng, Gempa M 6,2 Hari Ini Guncang Kepulauan Talaud, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,99 derajat LU dan 126,64 derajat BT.

Tayang:
Editor: Dedy Qurniawan
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Foto hanya ilustrasi - Gempa di Jawa Timur - Warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung gotong royong menyingkirkan puing rumah yang ambruk dilanda gempa bumi, Sabtu (10/4/2021). Selain di Tulungagung, inilah daftar lengkap korban dan kerusakan gempa Jatim yang berada di 13 Kabupaten/Kota. Mulai Lumajang, Malang, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Gresik, Nganjuk, Kota Batu, Pasuruan hingga Probolinggo. 

BANGKAPOS.COM - Gempa hari ini terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Sabtu (10/7/2021) pagi tadi.

Gempa dilaporkan terjadi sekira pukul 07.43 WIB, Sabtu (10/7/2021).

Penyebabnya karena ada pergeseran lempeng.

Kekuatannya sekitar 6,2 magnitudo.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,99 derajat LU dan 126,64 derajat BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 112 km arah Barat Daya Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 23 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Gempa bumi dengan kekuatan M 6,2 yang mengguncang Kepulauan Talaud ini akibat adanya deformasi atau penyesaran pada Lempeng Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Kendati pusat guncangan gempa bumi hari ini di Kepulauan Talaud, terjadi di laut, tetapi hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Akan tetapi, guncangan gempa bumi berkekuatan M 6,2 di Kepulauan Talaud hari ini, sudah cukup untuk membuat masyarakat di sejumlah wilayah sekitar merasakan getaran gempa dengan skala intensitas yang bervariasi.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sangihe dengan skala intensitas III-IV MMI.

Di mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Sedangkan, masyarakat di daerah Tomohon, Bitung, Boltim merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI, getaran ini dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," kata dia.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Dipahami dari Potensi Gempa dan Tsunami Besar di Pantai Selatan Jawa Timur

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved