Kuliner
Merawat Kuliner Khas Muntok, Tompek Selong Enaknya Terkenal Sejak Dulu
Manis, lembut dan gurih, begitulah sensasi saat menyantap tompek selong, penganan khas Muntok, Bangka Barat.
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Manis, lembut dan gurih, begitulah sensasi saat menyantap tompek selong.
Makanan berbahan baku gandum ini dibuat dengan resep rahasia yang kental dengan kultur khas Muntok, Bangka Barat.
Kue manis yang disebut-sebut kue jadul ini masih menjadi incaran para pecinta kuliner hingga jaman modern saat ini.
Hal inilah yang membuat H Abang Alfian (55) menekuni usaha kue khas Muntok yang berada di simpang empat Pasar Pagi Pangkalpinang.

Pria asal Muntok ini hadir di ibu kota untuk mengembalikan rasa asli dari kue tompek selong.
Selain toping original rasa kacang dan gula, kue yang dibanderol Rp4.000 ini juga disajikan dengan toping kekinian seperti strawberry, blueberry, srikaya, cokelat dan sebagainya.
Tak hanya tompek selong, H Abang Alfian juga menyajikan kue khas Muntok seperti bluder, kue pelite dan binke yang hanya dibanderol Rp2.000.
Rasa kue penganan pelite juga tak kalah lezat, rasa manis dan lemak santan menjadi sensasi tersendiri yang berbeda.

Diakuinya, usaha ini mulai berdiri tanggal 1 Desember 2020, saat kondisi pandemi Covid-19 ini.
"Dulu saya usaha rumah makan selama 25 tahun, karena pandemi Covid-1 ini ekonomi jatuh maka berputar haluan jualan kue.

Awalnya jual tompek selong, sekarang kue ini di Muntok sering tipis. Maka saya ingin mengembalikan asal kue ini yang besak dan tebal," kata H Abang Alfian.
Dirinya mulai berjualan kemudian sempat viral karena dipasarkan di sosial media, selama tiga bulan awalnya itu tembus 37 Kg sehari.

"Untuk saat ini peminat kue semakin meningkat bisa tembus per hari Jumat, Sabtu dan Minggu omset Rp1,8 Juta, akan menitipkan agar mudah dijangkau, kita tinggal masuk saja," kata H Abang Alfian.
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita