Bangka Pos Hari Ini
Bangka Belitung Berduka, Dua Nakes Gugur saat Berjuang Melawan Covid-19
Bangka Belitung kembali berduka. Dua tenaga kesehatan yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat gugur saat berjuang melawan covid-19
PANGKALPINANG, BANGKAPOS.COM - Bangka Belitung kembali berduka. Kali ini, dua orang tenaga kesehatan yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat yang biasa berada di garis depan perlawanan terhadap covid-19 gugur di medan perang.
Dua orang nakes yang wafat tersebut adalah dr Joko Ferdianto (51) yang bertugas di Puskesmas Desa Perawas, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung dan Ayu Ariyani, S Kep (42) perawat yang keseharian bekerja di Puskesmas Kelapa, Bangka Barat.
dr Joko menghembuskan nafas terakhir, Selasa (13/7) dini hari sekitar pukul 02.34 WIB di H RSUD Marsidi Judono Belitung.
Sedangkan perawat Ayu Ariyani, S Kep (42) meninggal, Selasa (13/7) sekitar pukul 00.40 WIB di RSUP Ir Soekarno, Bangka.
Informasi dihimpun Bangka Pos menyebutkan, dr Joko diketahui sudah terpapar Covid-19 sejak lima hari lalu. Selama lima hari tersebut, dr Joko menjalani isolasi mandiri di rumah.
Lantaran kondisinya semakin memburuk, pukul 02.00 WIB dr Joko dilarikan ke RSUD H Marsidi Judono Belitung.
Setiba di rumah sakit, kondisinya sudah kritis kritis seperti nadi sudah tidak teraba dan tekanan darah atau tensi yang tidak terukur.
Dari riwayat penyakit diketahui dr Joko memiliki gejala yang mengarah kepada Covid-19 salah satu yang paling menonjol adalah diare.
“Setibanya di RSUD sekitar pukul 02.12 WIB, kami langsung melakukan tindakan resusitasi jantung dan paru, namun tidak berhasil. Beliau dinyatakan meninggal dunia pukul 02.34 WIB,” ujar dr Hendra kepada Bangka Pos, Selasa (13/7).
Menurut dr Hendra, almarhum merupakan tenaga medis pertama di Belitung yang gugur setelah berjuang melawan Covid-19.
Dikatakannya, dr Joko Ferdianto diduga terpapar Covid-19 dari sejumlah pasien yang ditanganinya di Puskesmas Desa Perawas.
"Di Puskesmas beliau juga melakukan vaksinasi Covid-19 dan melakukan penelusuran terhadap pasien-pasien Covid-19. Jadi tidak bisa dipastikan dimana kontaknya karena pasiennya cukup banyak," ujarnya.
Dilepas Bupati
Sementara Bupati Belitung, Sahani Saleh berkesempatan melepas kepergian, dr Joko Ferdyanto (51) di halaman gedung pemulasaran jenazah RSUD M Marsidi Judono Belitung, Selasa (13/7) pagi.
Proses pelepasan jenazah ditandai pemberian penghormatan terakhir kepada pejuang Covid-19 ini dengan diiringi lagu Gugur Bunga.
Turut hadir, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, Kepala Dinas Kesehatan Belitung, Dian Farida, Direktur RSUD Belitung, dr Hendra, Ketua IDI Cabang Belitung, dr Ikhwan Gusnadi dan Ketua PMI Belitung, Suhandri beserta puluhan tenaga medis dan kesehatan RSUD Marsidi Judono Belitung.
"Hari ini salah satu pejuang Covid-19 kita gugur dalam peperangan melawan pandemi Covid-19. Kami turut merasakan kehilangan yang sangat mendalam," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210713-covid-19-ilustrasi.jpg)