Ini Kelemahan Lampor, Setan Keranda Terbang di Malang yang Viral di TikTok

Kejadian ini terlihat dari Malang tepatnya di kawasan pedesaan, di mana dalam postingan tersebut memperlihat ada Keranda Terbang

Editor: Evan Saputra
Tiktok @bang_jo26
Penampakan diduga lampor atau keranda terbang yang menghebohkan warga di daerah Malang, Jawa Timur. 

Ini Kelemahan Lampor, Setan Keranda Terbang di Malang yang Viral di TikTok

BANGKAPOS.COM - Hingga saat ini Lampor atau Keranda Terbang di Malang yang lagi viral di tiktok masih bikin heboh.

Kejadian itu bahkan membuat netizen khawatir dan ketakutan.

Jika melihat postingan yang telah ditonotn puluhan ribu tersebut, maka kejadiannya di Malang, diposting oleh akun TikTok milik @bang_jo26, yang mengabarkan keresahan para warga dengan adanya Keranda Terbang.

Kawasan edesaan di Malang menjadi tempat pertama kali Lampor terlihat.

Di dalam postingan tersebut memperlihat ada Keranda Terbang sehingga membuat para warga panik dan ketakutan.

Bahkan disebutkan tengah mengungsi meninggalkan wilayah tersebut. Tak sedikit warganet yang percaya, namun banyak pula yang berpikiran lebih logis dan tidak percaya.

Hanya saja sebagian besar memang mempercayaan kebaradaan makhluk Mitos yang merupakan suruhan atau salah satu pasukan dari Nyi Blorong yang ingin meneror warga.

Beberapa penelusuran dilakukan dan beragam tanggapan dari masyarakat melihat video viral di tiktok tersebut.

"Semua kita semua dilindungi dan terhindar dari marabahaya," celetuk salah seorang pemilik akun TikTok menanggapi kejadian yang viral dan hingga Selasa (13/7/2021) masih ditonton tersebut

Meski banyak yang tidak percaya, namun keberadaan Lampor memang masih melekat bagi masyarakat Jawa, terutama di kawasan Laut Selatan dan sekitarnya, bahwa Lampor dipercaya membawa petaka.

Antara ada dan Tiada

Ada kesepakatan bahwa, sebagian besar masyarakat menilai itu hanya sebuah mitos belaka. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang tokoh sepuh di Tungkal Jaya asal Serang Banten yang pernah mendengar cerita turun temurun tersebut.

"Itu sebenarnya sebuah mitor, dimasa kita sudah tak ada lagi yang seperti itu, bahkan dipercaya hanya sebagai mitos," jelas salah Buddin, (80), warga Cirebon yang kini menetap di Simpang Tungkal.

Pria yang kini menetap selama 38 tahun ini, dan menjadi warga B2 Muba yang menjadi guru di salah satu madrasah di kawasan Simpang Tungkal Muba ini, menilai sebenarnya hal itu mitos saja.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved