Kamis, 28 Mei 2026

Timah

Praktisi Tambang Berharap Jangan Ada Kelompok yang Memanas-manasi

Ia berpesan, perusahaan juga harus peka terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat sehingga tidak memicu gejolak di masyarakat seperti saat ini

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
Ist
Teddy Marbinanda 

“Pihak-pihak yang tidak berkepentingan, atau pihak yang mengadvokasi seharusnya tidak memanas-manasi masyarakat dan jangan jadi provokator. Kita ketahui kehadiran NGO ini sudah mendahului aksi ini. Situasi yang sudah kondusif harus kita jaga sama,” ujarnya.

Ia berpesan, perusahaan juga harus peka terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat sehingga tidak memicu gejolak di masyarakat seperti saat ini.

Pendekatan-pendakatan humanis harus dilakukan, pemberdayaan masyarakat dari pra tambang hingga pasca tambang menjadi point penting dalam membangun kepercayaan masyarakat

“Perusahaan harus peka, pendekatan dilakukan lebih mengena melalui pemberdayaan masyarakat. Masyarakat lingkungan sekitar menjadi bagian kultur budaya tambang, jangan dijadikan objek yang menerima dampak, tapi jadikan mereka bagian dari proses pertambangan,” pesannya.

Adanya peristiwa ini memberikan pengaruh dalam sektor pertambangan, oleh karena itu perlu ditempuh jalan tengah sehingga menghasilkan solusi dalam pemanfaatan sumber daya alam.

“Sebetulnya sosialisasi bukan dalam rangka meminta izin, karena izin sudah diberikan Pemerintah Pusat. Tapi memang perlu ada komunikasi antar masyarakat dengan perusahaan pertambang untuk menghindari konflik,” tutupnya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved