Virus Corona
WHO Mendesak Tetap Gunakan Masker dan Jaga Jarak, Kenali Ciri dan Gejala Varian Delta
Direktur Jenderal WHO mengatakan varian Delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan baru dalam kasus dan kematian.
BANGKAPOS.COM - Varian virus Corona, Delta, yang menjadi varian paling dominan.
Varian Delta pertama kali terdeteksi di India.
Dikutip dari Healthline.com, varian Delta juga dikenal sebagai B.1.617.2.
Berikut mengenai gejala varian Delta beserta ketentuan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Direktur Jenderal WHO mengatakan varian Delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan baru dalam kasus dan kematian.
Lantas apa sebenarnya varian Delta dan apa saja gejalanya?
Varian Delta
Para ahli mengatakan, varian Delta Covid-19 menimbulkan ancaman karena lebih mudah menular daripada jenis varian lain dan memberikan gejala yang lebih serius.
Varian Delta juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Dikutip dari cnbc.com, saat ini varian Delta menjadi varian penyakit dominan di seluruh dunia.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian Delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan baru dalam kasus dan kematian.
Namun tidak semua negara mengalami situasi yang sama.
Tedros juga mengatakan, varian ini menyebar dengan cepat dan menginfeksi orang yang tidak terlindungi dan rentan.
Swaminathan, Pakar Genetik dan Administrator Internasional asal India memperingatkan bahwa orang yang sudah divaksin masih bisa terkena dan menularkan Covid kepada orang lain.
Karena hal tersebut, WHO mendesak semua orang untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dimana pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210715-ilustrasi-gejala-covid-19-varian-delta.jpg)