Bangka Pos Hari Ini
Walikota: Kurangi Kegiatan Yang Menimbulkan Kerumunan, Dinkes Gelar Rapid Antigen Massal
Dinas Kesehatan Pangkalpinang melakukan rapid antigen massal di kawasan rukun tetangga (RT) yang berada dalam zona merah paparan Covid-19
BANGKAPOS.COM - Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) meminta kesadaran masyarakat dapat terus ditingkatkan dalam pencegahan Covid-19. Menurutnya, jika masyarakat sudah sama-sama sadar dan saling peduli, maka kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang bisa dikendalikan.
Pihaknya juga akan terus memberikan bantuan moril kepada orang terkonfirmasi Covid-19.
“Makanya salah satu antisipasi kita kemarin adalah memberikan perhatian moril kepada masyarakat yang terkonfirmasi dan sedang isolasi mandiri di rumah. Otomatis dengan adanya bantuan moril itu akan cepat menaikan imunitas mereka jangan dibuat stres aja,” kata Molen, Jumat (16/7).
Molen mengatakan, vaksinasi juga harus terus digalakan meskipun saat ini jumlahnya terbatas. “Tapi kesadaran masyarakat itu jauh lebih penting, kalau masyarakat kita sudah sadar saling peduli yakin saya bisa kita kendalikan virus ini,” jelasnya.
Dirinya juga meminta pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan untuk dikurangi. Termasuk pelaksanaan open house saat Idul Adha. “Nanti dibatasi, akan kita minimalisir sehingga kita tidak ada open house nantinya,” ujarnya.
Sedangkan untuk KBM tatap muka, diakui Molen, tetap boleh dilaksanakan namun terbatas.
“Kita kan sekolah terbatas tidak semuanya masuk, terus guru dan tenaga pendidik kita semuanya sudah divaksin. Kita semuanya tetap berjalan sajalah, yang penting masyarakat kita masih bisa beraktivitas, kemarin sudah stres pikiran, stres dompet juga kacau, jadi semua harus berjalan bersama,” tuturnya.
Kantor BPBD WFH
SEBANYAK 20 Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel terpapar Covid-19. Sedangkan sisanya sebanyak 13 orang, masih menunggu hasil dengan kondisi bergejala, demam, batuk dan flu.
Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengatakan sejumlah anggota telah diminta untuk isolasi mandiri (Isoman) dan tidak menjalankan tugas sementara waktu ini.
“Anggota kami mulai berjatuhan, kami data ada 33 orang bergejala. Namun belum terkonfirmasi positif semuanya, sudah menunjukkan gejala Covid-19 dari 33 orang sebanyak 20 orang positif, selebihnya masih menunggu hasilnya mereka semuanya bergejala demam, batuk dan bersin,” jelas Mikron, Jumat (16/7).
Dirinya pun telah mengambil kebijakan untuk melakukan isolasi mandiri dan melakukan Work From Home (WFH) 50 persen pegawai.
“Kami mengambil langkah isolasi mandiri dan WFH, kami saat ini terkendala proses pelayanan kepada masyarakat karena petugas yang sedang melakukan Isoman,” jelasnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno menambahkan pihaknya telah melakukan tracing kepada pegawai lainnya yang melakukan kontak erat dan bergejala.
“Jadi langsung kami minta mereka yang bergejala untuk isolasi mandiri sampai lima hari ke depan. Termasuk Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik juga isolasi di Posko,” kata Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/antigen-massal-131314214.jpg)