Husnul Khatimah
Ikhtiar Seorang Muslim Bahagia Dengan Husnul Khatimah, Sengsara Dengan Su’ul Khatimah
Ikhtiar Seorang Muslim Bahagia Dengan Husnul Khatimah, Sengsara Dengan Su’ul Khatimah
Ikhtiar Seorang Muslim Bahagia Dengan Husnul Khatimah, Sengsara Dengan Su’ul Khatimah
BANGKAPOS.COM -- Seorang muslim harus terus berbuat baik dan menjaga imannya agar bisa meninggal dengan cara yang diridhai Allah SWT yaitu husnul khatimah.
Seperti diketahui, kematian atau maut adalah rahasia Allah SWT.
Kendati demikian, banyak yang meyakini bahwa akhir hidup seseorang sesuai dengan amal selama hidup di dunia.
Sehingga ada ada meninggal dalam keadaan suul khotimah dan husnul khotimah.
Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini.
Sementara, Suul khotimah adalah kebalikan dari husnul khotimah.
Secara harfiah, suul khotimah artinya akhir hidup yang jelek.
Maksudnya, seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan tidak baik keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Contohnya, seseorang yang awalnya baik, tetapi di akhir kehidupannya ia melakukan keburukan dan kemaksiatan serta kedurhakaan hingga maut menjemputnya.
Bila seseorang suul khotimah di akhir hayatnya, kebaikannya akan terhapus.
Berikut penyebab dan tanda-tanda orang meninggal suul khatimah:
1. Akidahnya rusak
Akidah dalam istilah Islam berarti iman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/04022020_pemakaman-gus-sholah.jpg)