Apa Itu Illuminati, Simbol Segitiga Mata Satu yang Dijadikan Tato Artis , Benarkah Pemuja Setan?
Simbol segitiga mata satu ini begitu mempesona (bagi sebagian orang), dan sering dihubungkan dengan Freemason dan Illuminati. Kenapa?
Tetapi dari mana asalnya mata tanpa tubuh yang mengerikan itu?
Tuhan telah digambarkan dengan banyak cara yang samar sebelumnya, misalnya dengan satu tangan yang muncul dari awan, tapi jarang sebagai satu mata.
Dalam buku Book of Hours, Tuhan digambarkan dengan lingkaran cahaya segitiga, sebagai simbol Tritunggal Kristen yakni Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Simbol sebuah mata yang ditampilkan berdiri sendiri tentu memiliki efek psikologis bagi yang melihatnya. Ia menunjukkan otoritas dan kesan mengawasi.
Anda bahkan bisa melihat efek ini di alam liar, dari beberapa hewan yang memiliki 'mata yang mengawasi' di kulit mereka untuk menakut-nakuti predator.
Baca juga: Ahmad Dhani Terima Tantangan Jerink SID Bahas Soal Konspirasi Agama, Namun Ini Syaratnya
Fotografer surealis Man Ray menangkap ketidaknyamanan efek yang diciptakan oleh sebuah mata tanpa tubuh saat ia berkata karya The False Mirror milik René Magritte pada 1929 "mampu melihat sebanyak yang dilihatnya sendiri."
Namun ada sejarah yang lebih panjang dari simbol mata. Sejarah ini membawa kita kepada agama-agama yang lebih kuno.
Pada milenium ketiga Sebelum Masehi, bangsa Sumeria menunjukkan kesucian patung-patung tertentu dengan memperbesar mata mereka ke ukuran yang tidak normal untuk mengesankan sensasi tugas pengawasan.
Mereka bahkan menggelar upacara keagamaan, di mana para seniman menghidupkan patung dengan cara 'membuka' mata mereka.
Bangsa Sumeria membuat mata sejumlah patung lebih besar dari normal untuk menegaskan kesucian sosok dewa-dewa
Tapi bangsa Mesir Kuno lah pencetus mata tanpa tubuh sebagai simbol. Sebagai contoh, mereka melukis sepasang mata di atas peti mati untuk memungkinkan orang mati melihat di akhirat.
Dan salah satu simbol Mesir yang paling terkenal adalah Mata Horus.
Lambang ini sebenarnya campuran dari mata manusia dengan mata elang, yang ditambahi alis dan tanda pipi berwarna gelap dari burung tersebut.
Menurut mitologi Mesir kuno, Dewa Raja Horus (kerap kali digambarkan sebagai elang, atau dengan kepala elang) terpotong matanya saat bertempur dengan pamannya, Set.
Dengan bantuan Thoth, ia kemudian menyembuhkan matanya.