Berita Kriminal
Lima Anak Jadi Korban Sodomi, Jadi Kasus Pertama di Pangkalpinang
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eti Fahriaty
Penulis: Cepi Marlianto |
BANGKAPOS.COM , BANGKA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eti Fahriaty mengatakan, kasus sodomi terhadap lima orang anak yang belum lama ini terjadi merupakan kasus pertama di Pangkalpinang.
Lima orang anak tersebut yakni JS (11), IM (9), FH, (10), FK (14) dan IM (14) merupakan korban pencabulan sesama jenis yang dilakukan An (32) pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan.
“Baru inilah data kasus serupa yang masuk kedalam data kami,” kata dia di Pangkalpinang, Senin (26/7/2021).
Eti menuturkan, terkait kasus tersebut pihaknya saat ini terus melakukan pendampingan terhadap para korban. Bahkan para korban tersebut telah dilakukan trauma healing (penyembuhan trauma) guna memulihkan kepercayaan diri mereka kembali.
Selain itu, DPPPAKB juga melakukan visum terhadap lima anak korban tindakan asusila tersebut.
“Kita sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban. Hari ini Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT-red) bidang PPPA juga sedang melakukan pendampingan bersama anggota dewan kita,” terang Eti.
Lanjut Eti, setidaknya sampai saat ini ada 12 kasus kekerasan terhadap anak masih dilakukan pendampingan oleh pihaknya.
Termasuk juga kasus IZ (16), yang menjadi pelaku pencabulan anak di Masjid Baitul Makmur, Pangkalpinang beberapa bulan yang lalu.
“Kita sesuai dengan tagline hari anak tahun ini ‘Anak Terlindungi Indonesia Maju’,” tambahnya.
Meskipun begitu, Eti juga tetap gencar mensosialisasikan dampak kasus kekerasan terhadap anak kepada masyarakat agar anak-anak mereka diawasi secara ketat supaya tak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita selalu berusaha, mensosialisasikan tentang dampak kasus kekerasan terhadap anak, bukan secara fisik saja tetapi secara psikis yang lebih dirasakan oleh anak-anak sebagi aset bangsa kita,” lanjut Eti.
Dia berharap kekerasan terhadap anak di Pangkalpinang tak terjadi lagi sehingga bisa meningkatkan predikat kota layak anak yang telah didapat.
“Semoga saja tidak ada lagi kasus yang serupa, kita bersama-sama berdoa untuk Kota Pangkalpinang jangan pernah ada kasus serupa,” tukasnya.
Sempat diberitakan sebelumnya, Predator anak di Pangkalpinang tertangkap. Sejumlah anak jadi korban kelakuan pelaku yang punya kelainan seksual.
Bertepatan hari Anak Nasional, Polres Pangkalpinang mengungkap kasus yang menyedihkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/07022020_ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)