Minggu, 3 Mei 2026

Ini yang Bikin Sperma Sedikit dan Istri Sulit Hamil, Hindari Stres Serta Harus Rajin Bercinta

Selain itu, pasangan disarankan melakukan hubungan suami istri setidaknya sekali dalam tiga hari.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
Medical News Today
Ilustrasi sperma yang jumlahnya bisa saja berkurang karena gangguan kesehatan 

BANGKAPOS.COM - Depresi, merokok, diabetes, dan stres memengaruhi jumlah sperma.

Dampaknya, bagi pasangan yang ingin memiliki anak, akan terkendala karena kualitas di bawah standar.

Perlu perawatan melalui saran dokter untuk mencapai hasil optimal.

Selain itu, pasangan disarankan melakukan hubungan suami istri setidaknya sekali dalam tiga hari.

Seperti diketahui, salah satu momok kesehatan reproduksi para pria yakni ketika sperma yang keluar saat ejakulasi sedikit.

Penyebab sperma sedikit bisa berasal dari masalah kesehatan, faktor lingkungan, dan gaya hidup.

Melansir NHS, sperma termasuk sedikit ketika jumlahnya kurang dari 15 juta per mililiter air mani.

Jumlah sperma sedikit dapat menurunkan peluang kehamilan secara alami.

Berikut penjelasan lebih lanjut penyebab sperma sedikit, cara mengecek, sampai mengatasinya.

Penyebab sperma sedikit

Melansir Mayo Clinic, proses pembentukan sperma sehat membutuhkan kolaborasi antara testis, hipotalamus, dan kelenjar pituitari di otak.

Setelah sperma diproduksi di testis, saluran akan mengangkut sperma sampai bercampur dengan air mani dan cairan tersebut keluar dari penis.

Apabila salah satu proses ini bermasalah, produksi sperma bisa bermasalah atau sperma yang keluar jadi sedikit.

Seperti disinggung di atas, penyebab sperma sedikit bisa berasal dari masalah kesehatan, faktor lingkungan, dan gaya hidup.

Antara lain:

- Varikokel atau pembengkakan pembuluh darah yang mengarah ke testis

- Infeksi seperti radang epididimis dan testis, penyakit gonore, sampai HIV

- Gangguan ejakulasi karena penyakit diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat, atau uretra.

- Efek samping obat tertentu seperti sejumlah obat hipertensi, steroid, antibiotik tertentu, sampai obat asam lambung.

- Gangguan kekebalan tubuh saat antibodi menyerang sperma

- Tumor dan kanker yang menyerang organ reproduksi pria

- Cacat bawaan lahir yang membuat testis tidak turun

- Gangguan hormon di kelenjar tiroid sampai adrenal

- Kelainan saluran pengangkut sperma, bisa karena infeksi sampai bawaan lahir

- Penyumbatan di dalam atau saluran testis

- Kelainan bawaan seperti sindrom

- Klinefelter

- Penyakit celiac

- Efek samping operasi seperti vasektomi, hernia, sampai prostat

- Paparan bahan kimia seperti benzena, toluena, xilena, herbisida, pestisida, pelarut organik, bahan pengecatan, dan timbal -

- Paparan logam berat seperti timbal Radiasi sinar-X.

- Testis terlalu panas karena sauna atau kebiasaan berendam di bak air panas, duduk terlalu lama, atau mengenakan celana ketat

- Efek samping terlalu banyak minum alkohol

- Merokok

- Stres

- Depresi

- Berat badan berlebihan

Cara mengetahui jumlah sperma sedikit

Jumlah sperma sedikit bisa diketahui lewat tes analisis air mani di laboratorium.

Pria biasanya diminta memberikan sampel air manis untuk diperiksa kualitas dan kuantitas spermanya.

Jika pria aktif berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi dan pasangannya belum hamil setelah satu tahun, coba lakukan tes analisis air mani dan sperma.

Apabila hasilnya menunjukkan jumlah sperma sedikit, petugas kesehatan biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan ke klinik kesuburan.

Perawatan untuk mengatasi jumlah sperma sedikit

Cara mengatasi sperma sedikit perlu disesuaikan dengan penyebab mendasarnya.

Dokter terkadang memberikan terapi hormon bagi pria yang punya gangguan hormon atau mengontrol penyakit penyebab sperma sedikit.

Selain itu, ada baiknya Anda berhubungan seks setiap dua sampai tiga hari sekali, menghindari alkohol dan rokok, rajin olahraga, dan rutin menjalankan pola makan sehat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved