Breaking News:

Berita Sungailiat

Beras Bulog Memang Perai dan Kadar Gula Rendah, Fifi: Kalau Mau Pulen Dicampur Beras Premium

Nasir warg Gang Sedulur Lingkungan Parit Pekir mengeluhkan beras bansos yang sudah dimasak menjadi nasi terlihat kering dan kenyal atau perai

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Beras bansos diproduksi Perum Bulog Sub Divre Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beras bansos sebanyak 10 kg per KK yang diterima warga penerima BST Kemensos di Lingkungan Parit Pekir Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat dari karungnya tertulis merek Beras Kita kualitas Medium diproduksi Perum Bulog Cabang Bangka.

Sebelumnya, Nasir warg Gang Sedulur Lingkungan Parit Pekir mengeluhkan beras-bansos' title=' beras bansos'> beras bansos yang sudah dimasak menjadi nasi terlihat kering dan kenyal atau perai, karena nasinya tidak lengket atau menyatu, sehingga tidak berani memakannya.

Menanggapi keluhan ini Kepala  Perum BulogSubdivre Bangka, Taufiqurokhmah alias Fifi mengatakan beras-bansos' title=' beras bansos'> beras bansos yang dibagikan kepada masyarakat ini merek Beras Kita kualitas Medium dengan kadar air 5 persen.

"Memang beras Bulog kualitas Medium itu kadar airnya 5 persen jadi memang harus kering kadar airnya dan kadar gula juga rendah dalam beras itu. Jadi masyarakat yang saat memasaknya membutuhkan takaran air lebih banyak dibandingkan beras biasa," kata Fifi dikonfirnasi Bangkapos.com, Selasa (03/08/2021).

Ditambahkannya karena kadar gula beras itu rendah sehingga saat dimasak membutuhkan air yang lebih banyak.

"Bila masyarakat menginginkan beras itu menjadi nasi yang lebih pulen maka bisa dicampurkan dengan beras biasa atau beras premium sehingga hasilnya mendapatkan nasi yang lebih pulen," ujar Fifi.

Menurutnya beras Bulog untuk dipesan dalam jangka waktu lama memang berasnya harus kering atau kadar air rendah, sebab bila tinggi kadar airnya maka beras mudah hancur.

"Kalau beras Bulog itu kan butirannya bagus, utuh dan tidak patah, serta tidak bau itu syarat yang pentingnya. Memang berasnya agak perai sedangkan masyarakat Bangka ini suka beras yang pulen," imbuh Fifi.

Bila masyarakat merasa menerima beras Bulog dalam kondisi patah-patah atau tidak utuh, bau dan berkutu maka masyarakat bisa melakukan komplain selanjutnya bisa ditukarkan dengan beras lainnya.

"Memang beras Bulog ini perai dan kadar gula rendah namun beras ini cocok dikonsumsi penderita diabetes (DM) karena kadar gula rendah dan lebih sehat," ujar Fifi.

Warga Takut

Sejumlah warga Lingkungan Parit Parkir Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka pagi-pagi sudah dihebohkan dengan keluhan warga soal beras bantuan sosial (bansos) untuk warga penerima BST (Bantuan Sosial Tunai) setelah dimasak terlihat kering dan kenyal, bahkan bila dicium berbau karung padahal sudah dicuci bersih.

Kejadian ini dilaporkan warga kepada Kepala Lingkungan (Kaling Parit Pelit, M Rozi usai Salat Subuh berjamaah di Masjid Ar  Roki'in Kawasan PPN Sungailiat, Selasa (03/08/2021).

"Maaf pak Kaling, saya mau lapor soal beras-bansos' title=' beras bansos'> beras bansos yang saya terima kemarin, setelah dimasak nasi yang dihasilkan seperti kering dan kenyal, kita kepala pakai tangan juga tidak menyatu dan tidak lengket, tidak seperti beras biasa yang kita makan sehingga kami tidak berani memakannya," kata Nasir, warga Gang Sedulur Lingkungan Parit Pekir, Selasa (03/08/2021).

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved