Bangka Pos Hari Ini
Pemkab Belitung Akan Terapkan Pakai Gelang, Sebagai Tracking dan Pemantau
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menuturkan upaya Kabupaten Belitung keluar dari 10 kabupaten kota yang angka konfirmasi positif Covid-19 tinggi.
BANGKAPOS.COM -- Angka konfirmasi positif Covid-19 di Belitung tinggi. Tingginya angka positif covid-19 karena beberapa sebab dan ini adalah peringatan.
Ada penyebabnya diantaranya protokol kesehatan menurun, disiplin dan komitmen menurun. Serta banyak masyarakat yang menyembunyikan kasus positif di rumah termasuk kontak erat.
“Jadi itu menjadi penyebab sulitnya memutus mata rantai (covid-19) seperti tahun lalu. Ini seharusnya jadi momentum kita mengembalikan seperti tahun lalu, diantaranya memastikan RS dan klinik menginput semua orang yang diperiksa. Apapun hasilnya harus diinput secara realtime dan harus diberikan gelang,” jelas Isyak Meirobie Wakil Bupati Belitung, Senin (2/8).
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menuturkan pemerintah kabupaten Belitung berupaya Kabupaten Belitung keluar dari 10 kabupaten kota yang angka konfirmasi positif Covid-19 tinggi.
Disisilain Isyak mengemukakan, Pemkab Belitung akan menerapkan pengawasan melalui pemasangan gelang.
Dimana kata Isyak, gelang itu nantinya akan ada dua warna, yakni warna oranye untuk warga yang isoman dan warna hijau untuk yang kontak erat.
“Orang yang datang periksa itu kemungkinan hanya dua, pertama karena ada gejala dan kontak erat, kedua dia yang mau perjalanan. Kalau sudah dua itu kita harus pasangkan gelang untuk tanda pengenalnya agar masyarakat juga dapat membantu mengawasi,” kata Isyak.
Menurut Isyak kelemahan dari pengawasanlah yang menyebabkan transmisi menjadi luas. Surat edaran penggunaan gelang sudah disebar oleh Kabag Ops Polres Belitung, ke semua fasilitas kesehatan temasuk puskemas
“Tinggal mengintensifkan pengawasan dari masyarakat dan aparat,” ujar Isyak.
Isyak mengatakan penggunaan gelang sebagai tanda memang sempat terhenti. Belitung saat itu sudah berada di zona hijau dan membuka pintu masuk udara dan laut, sehingga penggunaan gelang saat itu sudah tidak relevan.
“Tapi di saat kasus tinggi seperti saat ini, penggunan gelang bisa menjadi alat tracking, dan CCTV. Bila mungkin ada yang berpersepsi penggunaan gelang seakan-akan memojokan. Kalau tidak mau dipojokkan jangan keluar rumah itu logika sederhananya, dan juga untuk disiplinnya,” ungkap Isyak.
Isyak menambahkan bila ada yang melanggar penggunaan gelang, misal melepaskan gelang sebelum waktunya yakni 10 hari akan diberikan sanksi berupa tambahan waktu lagi selama 10 hari agar tetap di rumah.
Isyak mengatakan pusat pemulihan dan karantina mandiri saat ini dalam proses transisi menuju Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Akil Ali. Di RSDC itu setiap hari dokter akan siaga dari pagi sampai sore.
Kalau malam melalui telepon. Untuk perawat full 24 jam, oksigen sudah terpenuhi, bahkan sudah ada oksigen konsentrator yakni alat untuk membuat oksigen sendiri yang rencananya akan tambah tiga unit lagi.
Pemisahan sampah juga ada berkerjasama dengan DLH, loundry nakes level 3, ambulans mandiri. Sudah ada satgas oksigen sebanyak 4 orang dan sudah bertugas di RSUD untuk membantu 24 jam memastikan sentra oksigen berjalan dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/meninjau-121313133.jpg)