Virus Corona
40 Orang Ini Justru Kaya Mendadak Karena Covid-19, Ini Daftar Namanya!
Meski telah menyebabkan krisis di berbagai sektor, siapa sangka pandemi Covid-19 ternyata justru membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang.
BANGKAPOS.COM---Pandemi covid-19 menjadi momok tersendiri bagi dunia,
Berbagai lini sektor terkena imbas dari menyebarnya virus ganas satu ini.
Sejak kemunculannya, pandemi virus corona (Covid-19) telah memakan banyak korban. Bahkan tak sedikit yang sampai meregang nyawa.
Meski telah menyebabkan krisis di berbagai sektor, siapa sangka pandemi Covid-19 ternyata justru membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang.
Dimana mereka dikabarkan kaya mendadak karena adanya pandemi Covid-19.
Hal itu diketahui setelah Majalah Forbes mengumumkan siapa saja yang termasuk daftar orang terkaya dunia di tahun ini.
Dalam pengumumannya itu setidaknya ada 40 orang yang harta kekayaannya mengalami peningkata yang signifikan.
Dilansir dari CNN Indonesia (8/4/2021), Forbes mencatat ada 493 miliarder baru bergabung dalam daftar orang terkaya pada 2021.
Ini juga merupakan rekor terbaru karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Forbes menjelaskan dari 493 miliarder baru tersebut, 40 diantaranya memperoleh keuntungan lantaran perusahaan mereka menghasilkan produk yang berhubungan dengan Covid-19.
Misalnya perusahaan yang memproduksi vaksin, alat pelindung diri, perawatan antibodi, dan perangkat lunak yang membantu pihak berwenang menjadwalkan kampanye vaksinasi.
Lantas, siapa sajakah 40 orang yang kaya mendadak dikarenakan Covid-19 ini? Berikut daftarnya:
1. Li Jianquan dan keluarga: US$6,8 miliar
2. Stephane Bancel: US$4,3 miliar
3. Liu Fangyi: US$4,2 miliar
4. Ugur Sahin: US$4 miliar
5. Yuan Liping: US$3,6 miliar
6. Hu Kum: US$2,5 miliar
7. Chen Xiao Ying: US$2,4 miliar
8. Dai Lizhong: US$2,4 miliar
9. Karin Sartorius-Herbst US$2,4 miliar
10. Ulrike Baro: US$1,5 miliar
11. Timothy Springer: US$2,2 miliar
12. Gong Yingying: US$2,1 miliar
13. Weng Xianding: US$2,1 miliar
14. Rao Wei dan keluarga: US$1,2 miliar
15. Sergio Stevanato: US$1,9 miliar
16. Noubar Afeyan: US$1,9 miliar
17. Carl Hansen: US$1,8 miliar
18. Juan Lopez-Belmote Lopez dan keluarga: US$1,8 miliar
19. John Oyler: US$1,8 miliar
20. Robert Langer: US$1,6 miliar
21. Ren Jinsheng dan keluarga: US$1,5 miliar
22. Arvind Lal: US$1,5 miliar
23. Prathap Reddy: US$1,5 miliar
24. August Troendle: US$1,5 miliar
25. Liang Yaoming: US$1,4 miliar
26. Itaru Tanimura: US$1,4 miliar
27. Keith Dunleavy dan keluarga: US$1,4 mililar
28. Alan Miller dan keluarga: US$1,3 miliar
29. Cao Xiaochun: US$1,3 miliar
30. Xiong Jun dan keluarga: US$1,3 miliar
31. Zhu Tao: US$1,3 miliar
32. Qiu Dongxu: US$1,2 miliar
33. Yu Xuefeng: US$1,2 miliar
34. Mao Huihua: US$1 miliar
35. Premchand Godha: US$1,2 miliar
36. Feng Yuxia: US$1,1 miliar
37. Li Wenmei dan keluarga: US$1,1 miliar
38. M Satyanarayana Reddy: US$1,1 miliar
39. Jack Schuler: US$1,1 miliar
40. Yu De-Chao: US$1 miliar
Orang kaya di Indonesia Meningkat
Jumlah penduduk kaya dan superkaya di Indonesia justru meningkat di tengah pandemi.
Kompas.com melansir data dari lembaga keuangan Credit Suisse, jumlah penduduk dengan kekayaan bersih 1 juta dollar AS atau lebih di Indonesia mencapai 171.740 orang pada tahun 2020.
Angka tersebut melonjak 61,69 persen secara year on year (yoy) dari jumlah tahun 2019 yang sebanyak 106.215 orang.
Selain itu, untuk jumlah orang Indonesia yang sangat kaya atau memiliki kekayaan lebih dari 100 juta dollar AS di tahun 2020 mencapai 417 orang atau naik 22,29 persen dari tahun sebelumnya.
Para orang superkaya yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia pun mengalami lonjakan nilai kekayaan yang cukup signifikan selama pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Forbes, orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono, misalnya, pada tahun 2021 ini kekayaannya melonjak lebih dari 50 persen.
Pada tahun 2020, bos Djarum tersebut tercatat memiliki kekayaan senilai 13,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 195,84 triliun (kurs Rp 14.400).
Nilai kekayaan tersebut melonjak 50,73 persen menjadi 20,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 295,2 triliun pada 2021.
Sementara itu, Michael Hartono yang menempati posisi kedua orang terkaya di dunia kekayaannya naik 51,53 persen persen dari 13 miliar dollar AS di tahun 2020 menjadi 19,7 miliar dollar AS di tahun 2021.
Padahal di sisi lain, jumlah orang miskin di Indonesia pun kian bertambah selama pandemi Covid-19.
Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, per September 2020, persentase penduduk miskin menjadi 10,19 persen, naik 0,41 persen dari Maret 2020 dan meningkat 0,97 persen dari September 2019.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk miskin pada September 2020 mencapai 27,55 juta orang, atau meningkat 1,12 juta dibandingkan Maret 2020, dan meningkat 2,76 juta orang dibandingkan September 2019.
Berikut adalah daftar orang terkaya di Indonesia yang kian tajir di tengah pandemi Covid-19:
- R Budi Hartono 20,5 miliar dollar AS (+50,73 persen)
- Michael Hartono 19,7 miliar dollar AS (+51,53 persen)
- Prajogo Pangestu 6,5 miliar dollar AS (+85,71 persen)
- Sri Prakash Lohia 6,5 miliar dollar AS (+51,16 persen)
- Chairul Tanjung 4,8 miliar dollar AS (+35,41 persen) Martua Sitorus 2 miliar dollar AS (+11,11 persen)
- Djoko Susanto 1,7 miliar dollar AS (+41,66 persen)
- Theodore Rachmat 1,7 miliar dollar AS (+41,66 persen)
- Sukanto Tanoto (16,66 persen) Winarko Sulistyo (9,09 persen)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mandi-duit_20170919_234353.jpg)