Kamis, 14 Mei 2026

Taiwan Beli Artileri Howitzer Amerika, Benarkah Siapkan Diri Dari Serangan China?

Taiwan dilaporkan kian mempersiapkan diri dari serangan militer China dengan membeli senjata canggih Amerika Serikat ( AS)....

Tayang:
National Interest
Marinir Taiwan 

Taiwan Beli Artileri Howitzer Amerika, Benarkah Siapkan Diri Dari Serangan China?

BANGKAPOS.COM -- Taiwan dilaporkan kian mempersiapkan diri dari serangan militer China dengan membeli senjata canggih Amerika Serikat ( AS).

Adapun hal itu diketahui melalui Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang menyetujui rencana penjualan 40 unit sistem artileri Howitzer Self-Propelled Medium 155mm M109A6 ke Taiwan pada hari Rabu (4/8).

Dilansir dari Reuters, kesepakatan penjualan oleh Pentagon tersebut bernilai hingga US$ 750 juta.

Penjualan howitzer ini merupakan tindakan lanjutan AS untuk memberi perlindungan kepada Taiwan setelah pada tahun lalu menjual drone dan pertahanan rudal pantai.

Presiden AS Joe Biden yang menjabat sejak Januari telah menyetujui penjualan senjata komersial secara langsung ke Taiwan.

Pemerintahan Biden berupaya meningkatkan kemampuan Taiwan dan mencegah invasi China.

Baca juga: Nikahi Janda Montok nan Seksi, Bujang Lapuk Ini Sampai Tak Sanggup Berdiri, Terungkap Fakta Ini

Baca juga: Kisah Orang Terkaya Indonesia Asal Aceh yang Sumbah 28 Kg Emas Monas, Nasibnya Berakhir Tragis

Baca juga: Dari Minta Dihamili hingga Jual Celana Dalam, Inilah 4 Aksi Menghebohkan DJ Dinar Candy

Daftar Lengkap Hari Libur Nasional Agustus 2021, Termasuk Hari Besar Agustus 2021

Pentagon melaporkan bahwa paket penjualan terbaru, jika disetujui, akan mencakup howitzer, 1.698 kit panduan presisi untuk amunisi, suku cadang, pelatihan, stasiun darat, dan peningkatan untuk howitzer generasi sebelumnya milik Taiwan.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon telah memberi tahu pihak Kongres tentang kemungkinan penjualan paket besar ini pada hari Rabu.

Pentagon juga mengatakan BAE Systems Plc akan bertindak sebagai kontraktor utama untuk pengadaan senjata tersebut.

Meskipun disetujui oleh Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa sebuah kontrak telah ditandatangani atau bahwa negosiasi telah selesai.

Pada hari Kamis (5/8), pemerintah Taiwan dalam pernyataan resminya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah AS, mengatakan bahwa penjualan itu akan membantu pasukan darat mereka dalam meningkatkan kapasitas untuk reaksi cepat dan tembakan pendukung.

Baca juga: Cara Gampang Download WA GB yang Asli, Pesan WhatsApp yang Telah Terhapus Bisa Dibaca

Baca juga: Veronica Koman Kembali Bikin Gaduh, Singgung Nama Greysia-Apriyani, Lalu Sindir DPR

Baca juga: Nasib Kapolda Sumsel di Kasus Akidi Tio, Kini Diperiksa Tim Mabes Polri, Dipimpin Jenderal Bintang 2

Baca juga: Kisah Pemuda Indonesia Asal Surabaya Jadi Tentara AS, Akui Kini Berlayar ke Banyak Negara

Kementerian Pertahanan Taiwan juga menyebut bahwa dukungan dari AS yang berkelanjutan ini merupakan dasar yang penting untuk menjaga stabilitas regional.

Layaknya banyak negara lain, AS memang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Tetapi, AS telah menetapkan aturan untuk memberikan dukungan pertahanan kepada Taiwan.

AS kini menjadi pendukung internasional utama Taiwan atas dasar mendukung sistem demokrasi yang dianutnya. China yang masih berupaya menarik kembali Taiwan ke kedaulatannya jelas merasa terganggu akan kehadiran AS.

(*/ Tribunpekanbaru.com /kontan.co.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved