Selasa, 5 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Pasien Covid-19 Meninggal di Beranda IGD, Ruang Isolasi di RSUD Bangka Selatan Penuh

kasus kematian pasien Covid‑19 di selasar atau teras RSUD Bangka Selatan juga tidak dapat dihindari

Tayang:
Editor: Fitri Wahyuni
bangkapos.com
Direktur RSUD Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa saat diwawancarai di RSUD Kabupaten Bangka Selatan (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM - Kasus kematian akibat Covid‑19 di Kabupaten Bangka Selatan terus bertambah. Bahkan pasien Covid‑19 meninggal di selasar atau beranda IGD RSUD Kabupaten Bangka Selatan.

Meninggalnya pasien Covid‑19 di selasar atau teras ini bukanlah tanpa alasan, namun karena ruangan isolasi pasien Covid‑19 di RSUD Bangka Selatan yang sudah penuh sehingga menyebabkan pasien lainnya harus dirawat di teras atau di tenda darurat.

Direktur RSUD Bangka Selatan, dr Agus Pranawa saat dikonfirmasi menyebutkan akibat penuhnya keterisian Ruangan Bougenvile sebagai ruang isolasi maka tenda darurat maupun selasar rumah sakit turut dimanfaatkan sebagai UGD untuk menangani pasien Covid‑19.

Ia menyebutkan kasus kematian pasien Covid‑19 di selasar atau teras RSUD Bangka Selatan juga tidak dapat dihindari karena memang ruangan isolasi yang sudah penuh.

Ia menuturkan setidaknya kasus kematian pasien Covid‑19 di teras RSUD Bangka Selatan tidak hanya terjadi sekali saja, namun sudah dua kali.

Secara rinci ia menyebutkan kasus kematian pertama di teras RSUD Bangka Selatan terjadi pada Selasa (3/8) lalu dan kembali terjadi pada Rabu (4/8) malam.

"Semalam itu ada penambahan kasus meninggal di teras RSUD, beberapa hari lalu juga ada. Kasus seperti ini memang tidak dapat dihindari karena penuhnya ruangan isolasi kita sehingga pasien Covid‑19 lainnya kita rawat di tenda darurat dan juga selasar," ujarnya, Kamis (5/8).

Kendati melakukan perawatan di tenda darurat maupun teras IGD RSUD Bangka Selatan, ia menyebutkan jika pihaknya bersama tenaga medis yang bertugas telah berjuang untuk memberikan pelayanan yang maksimal. 

7 Pasien Meninggal Saat Dirawat

KABUPATEN Bangka Selatan menambah daftar pasien yang meninggal akibat terpapar positif Covid-19. Saat ini tujuh warga dinyatakan meninggal dunia.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid‑19 Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi menyatakan tujuh warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid‑19 yakni berinisial SA (82), KJ (70), AJ (52), RA (65), SU (60), HU (62) dan SH (54).

Tujuh warga ini dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di sejumlah titik seperti misalnya di RSUD Bangka Selatan, Rumah Sakit Pratama Kriopanting Payung dan RSUP Ir Soekarno.

Ketujuh warga yang dinyatakan terkonfirmasi meninggal dunia ini lanjut Supriyadi telah dimakamkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia menambahkan, tujuh warga yang meninggal dunia akibat Covid‑19 ini tidak hanya berasal dari Kecamatan Toboali namun juga ada yang berasal dari Kecamatan Payung dan Kecamatan Simpang Rimba.

"Ada lima warga Kecamatan Toboali dan dua lainnya adalah warga Payung dan Simpang Rimba," ujar Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid‑19 ini turut memiliki penyakit penyerta saat terkonfirmasi positif Covid‑19 seperti misalnya gagal ginjal, jantung, stroke, diabetes melitus dan nyeri ulu hati. Adapula yang mengalami gejala demam dan flu serta sesak nafas. (jhk)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved