Kamis, 7 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Pernah Merasa Tertekan Saat Positif Covid-19, Dukungan Jadi Kunci Rio Setiadi Sembuh

Pikiran Rio Setiadi seketika kalut tatkala dirinya dinyatakan terpapar Covid-19 akhir November 2020 silam.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
Bangkapos.com
Tangkapan Layar live streaming cerita penyintas Covid-19 bersama Rio Setiady yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos Ibnu Taufik Juwariyanto, Kamis (5/8/2021) malam. 

“Ada orangtua di rumah, jadi saya putuskan karantina sampai di sana saya tunggu 4 jam di tenda baru bisa masuk rumah sakit. Karantina,itu pilihan yang pas saya juga siap untuk sendiri,” ungkap Rio.

Selama 9 hari menjalani karantina, Rio merasa tertekan apalagi mendapatkan kabar anggota dewan ada yang meninggal dunia akibat Covid.

Dia tak dapat pergi kemana-mana hanya bisa melakukan semua aktivitas di atas kasur. Bahkan berat badannya sempat turun hingga 6 kilogram.

Rio juga sempat diinfus, karena berdasarkan hasil rontgen menderita pneumonia dan masuk ke dalam kategori bahaya karena banyak cairan banyak masuk ke paru-paru.

Demi ingin sembuh, dia rela melakukan apapun arahan dokter ia ikuti hingga disuntik di perut.

Saat itu, ia benar-benar membutuhkan dukungan dari keluarga hingga teman terdekatnya. Menurutnya dukungan mereka sangat dibutuhkan dalam situasi dan kondisi seperti itu.

Bahkan ia sempat bernazar jika sembuh Rio akan kembali ke rumah sakit untuk berterima kasih kepada perawat dan dokter sampai berbagi paket sembako kepada masyarakat yang terdampak.

“Ucapan doa dari kawan kawan itu sangat luar biasa sangat bermanfaat. Jangan sampai kalau ditelepon orang sakit memposisikan dirinya juga sakit.”

“Karena motivasi itu yang menjadi semangat. Hampir setiap hari saya dikirimi makanan, saya bagi-bagi. Bukan makanannya yang penting tetapi bentuk perhatiannya.”

“Setelah mendapatkan suntikan terakhir, saya pulang dan minta di masakan indomie telur,” sebut Rio.

Terpapar Covid-19 ternyata menjadi tamparan untuk Rio. Karena banyak uang tak dapat mengatur keadaan, dengan virus yang tak terlihat manusia bisa menjadi lemah.

Terlepas dari hal itu membuat dirinya semakin peduli kepada masyarakat yang saat ini terpapar Corona hingga dikucilkan oleh tetangga.

Ia juga menyarankan masyarakat yang saat ini sedang terpapar Covid-19 untuk tetap berpikir positif. Jika tidak dalam kondisi darurat lebih baik isolasi di rumah, mengingat saat ini rumah sakit semuanya penuh.

Karena dengan begitu orang lain yang memiliki gejala bisa memiliki peluang hidup.

“Yakin saja, kita ikuti arahan tenaga kesehatan. Terima saja ini ujian Allah agar kita lebih baik lagi. Dengan bersyukur imun kita tinggi,” tukasnya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved