Selasa, 14 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Kemenag Berdayakan Penyuluh Agama, Sat Intelkam Lakukan Deteksi, Terhadap Aliran Yang Menyimpang

Kemenag rutin melakukan pembinaan terhadap tokoh agama, hingga kepengurusan masjid dalam mengantisipasi hal tersebut.

Editor: Fitri Wahyuni
Bangkapos.com/Yuranda
Foto bersama Sat Intelkam Polres Pangkalpinang dengan Seksi Bina Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kanwil Departemen Agama Bangka Belitung Abdul Qodir Jaelani dan Amir warga Kota Pangkalpinang, Jumat (6/8/2021) di ruangan Intelkam Polres Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM - Satuan Intelkam Polres Pangkalpinang menggelar diskusi penanggulangan terorisme, radikalisme dan intoleransi

Kegiatan diskusi berlangsung di kantor Polres Pangkalpinang, Jumat (6/8/2021).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya warga yang terpapar terorisme, radikalisme dan intoleransi di wilayahnya.

Seksi Bina Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kanwil Departemen Agama Babel, Abdul Qodir Jaelani mengatakan pihaknya rutin melakukan pembinaan terhadap tokoh agama, hingga kepengurusan masjid dalam mengantisipasi hal tersebut.

"Rutin kami memberdayakan penyuluh agama untuk mengisi tulisan terkait pernyataan  atau ceramah di website Kementerian Agama, selain itu kita juga rutin melakukan pendataan, kita turun sampai kecamatan untuk antisipasi bila ada paham yang menyimpang," kata Abdul Qodir Jaelani.

Menurutnya, diskusi ini harus ada kelanjutan, dan harus ada aksi di lapangan.

"Kalau memang dari data identifikasi ada paham yang menyimpang atau bermasalah kita lakukan pendampingan dan pembinaan terhadap orang yang terpapar," ucapnya.

Baca juga: Masa Sanggah CPNS 2021 Berakhir, Cek Jadwal Pengumuman Hasil Sanggahan CPNS 2021

Baca juga: Tekan Angka Kematian Covid-19 di Bangka Belitung, Penderita Komorbid Harus Cepat Ditangani

Baca juga: Semarakan Peringatan HUT ke 76 RI, Warga Diimbau Pasang Bendera Selama 1 Bulan

Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang, AKP Reynaldi Guzel mengatakan pihaknya rutin melakukan analisa dan evaluasi, serta monitoring dan deteksi di lapangan terkait hal ini.

"Termasuk selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, tokoh agama, masyarakat serta Ormas untuk menghindari paham yang menyimpang," jelas Reynaldi Guzel

Amir, warga Pangkalpinang, mengakui sosialisasi serupa harus dilakukan secara masif.

"Selain tugas dari pemerintah dan aparat, juga peran masyarakat sekitar yang bisa membentengi paham radikalisme agar tidak meluas, khususnya bagi anak muda jangan sampai mereka bagian dari radikalisme," ucap Amir.

Menurutnya, paham terorisme, radikalisme dan intoleransi bukan merupakan kepentingan agama saja. "Iya bukan kepentingan agama, tapi ada kepentingan lain seperti kepentingan politik, ekonomi atau politik global, ini perlu kita sampaikan ke masyarakat," jelasnya. (ynr)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved