Jumat, 12 Juni 2026

Virus Corona

Info Terkini PPKM Diprediksi Diperpanjang Hari Ini, Kasus Menurun tapi Penyebaran Belum Terkendali

Di saat masyarakat sedang menunggu pengumuman pemerintah pusat, namun ada yang memprediksi PPKM Level 4 dan 3 akan diperpanjang hari ini.

Tayang:
Editor: fitriadi
Tribunnews.com
Presiden Jokowi saat mengumumkan PPKM Darurat beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 di sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan diperpanjang.

Rencananya hari ini, Senin (9/8/2021) Pemerintah pusat akan mengumumkan apakah PPKM level 3 dan 4 diperpanjang atau tidak.

Data terbaru yang diungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (7/8/2021) menunjukkan ada lonjakan kasus Covid-19 di 5 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali.

Lima provinsi tersebut antara lain Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau dan Papua.

Kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah juga meninkat.

Di saat masyarakat sedang menunggu pengumuman pemerintah pusat, namun ada yang memprediksi PPKM Level 4 dan 3 yang berakhir hari ini akan diperpanjang.

Baca juga: Hari Ini Terakhir, PPKM Darurat Diperpanjang Mulai 10 Agustus? Menko Luhut Pandjaitan Ungkap Hal Ini

Adalah Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang memperkirakan perpanjangan masa PPKM tersebut.

Saleh melihat bahwa memang ada penurunan kasus tingkat terpapar Covid-19.

Namun menurutnya penurunan tersebut belum signifikan. Apalagi, penyebaran varian delta dikabarkan semakin banyak merebak ke daerah-daerah.

"Kalau dari kondisi yang ada, saya memperkirakan PPKM akan diperpanjang. Hanya saja, pemerintah akan menaikkan dan menurunkan levelnya saja. Bisa jadi di kota A levelnya turun ke 3, tetapi di kota B malah naik ke 4. Tergantung kondisi masing-masing," kata Saleh kepada wartawan, Senin (9/8/2021) dikutip Bangkapos.com dari Tribunnews.com.

"Dengan adanya perbedaan level seperti ini, akan lebih memudahkan pemerintah untuk menerapkan kebijakan. Ibarat tone radio, ya tinggal memperbesar atau memperkecil saja. Tetapi kalau menutup PPKM, rasanya belum," imbuhnya.

Selain itu, menurut Saleh pemerintah pasti akan mengevaluasi terhadap kebijakan PPKM yang telah diterapkan.

Evaluasi tersebut setidaknya meliputi penurunan orang yang terpapar Covid, tingkat hunian RS, jumlah orang meninggal, dan jumlah orang-orang yang isolasi mandiri.

Selain itu, pemerintah juga akan melihat kondisi daerah-daerah lain di Indonesia.

"Ya, keputusan untuk melanjutkan atau melonggarkan pasti didasari oleh evaluasi tersebut. Secara umum, memang ada penurunan. Tingkat hunian RS, orang yang terpapar, jumlah orang yang meninggal, dan yang isolasi mandiri juga turun," ucapnya.

Baca juga: Ini Isi Hujatan Kartika Damayanti yang Hina Ayu Ting Ting dan Bilqis, Bikin Umi Kalsum Murka

Seiring dengan itu, Saleh kembali mengingatkan agar pemerintah mempersiapkan jaring pengaman sosial secara benar dan tepat sasaran.

Sebab, kebijakan pengetatan pasti akan menyulitkan dan berdampak pada ekonomi masyarakat kecil dan menengah.

"Pada titik ini, pemerintah harus hadir memberikan solusi. Mereka harus diberdayakan dan tidak boleh dilupakan," pungkas Anggota Komisi IX DPR RI itu.

Kasus Menurun tapi Penyebaran Belum Terkendali

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane menyebut ada penurunan kasus Covid-19 selama PPKM diberlangsungkan.

Akan tetapi, angka penurunan itu belum bisa menunjukkan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia terkendali.

"Secara umum PPKM yang sudah dilaksanakan, itu memang ada sedikit penurunan (kasus).

"Namun belum bisa dikatakan terkendali, karena angka positivity rate-nya masih tinggi," ucap Masdalina, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Bukan Sekadar Hujat Ayu Ting Ting, Kartika Damayanti Jadi Admin Haters yang Punya 47 Ribu Followers

Ia mengatakan, selama PPKM, laju kasus Covid-19 menunjukkan penurunan.

Namun, di sisi lain, angka kematian akibat Covid-19 masih sangat tinggi.

"Kematian kita dalam 3 minggu terakhir selalu 'Juara'."

"Jadi, tidak ada maknanya penurunan kasus, kalau kematian kita masih tinggi di atas 1.000-1.500," lanjutnya.

Menurutnya, PPKM tak akan berimbas baik secara maksimal jika pemerintah tidak memenuhi indikator pengendalian Covid-19.

Seperti, target testing dan tracing, vaksinasi, hingga menurunkan angka kematian.

"Penuhi semua indikator dan target yang ditetapkan, testing 400 ribu-500 ribu sehari."

"Vaksin 1 juta dan tracing 115-130, kenapa angkanya masih dibawah 3?."

"Angka kematian jangan melebih apa yang sudah targetkan," jelas Masdalina.

Baca juga: PPKM Darurat Level 4 Diperpanjang Lagi Mulai 10 Agustus? Menteri Luhut Ungkap Hasil Aplikasi SILACAK

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk mencapai target dari sejumlah indikator yang sudah ditetapkan.

Sehingga, nantinya masa PPKM tidak akan selalu diperpanjang,

"Selama target belum terpenuhi, sulit sekali kita menyebut terkendali,"

"Pembatasan (PPKM) seperti never ending, seperti tidak ada selesainya kalau target tidak bisa dicapai," tandasnya.

Update Kasus Covid-19 Kemarin, Minggu 8 Agustus, Angka Menurun

Angka kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap hari.

Dikutip dari data Covid19.go.id, hari Minggu (8/8/2021) kasus positif Covid-19 bertambah 26.415 pasien.

Baca juga: Info Terkini PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal Berapa? Presiden Jokowi Soroti 5 Provinsi Berikut

Jumlah kasus tambahan tersebut lebih sedikit dibanding hari sebelumnya, Sabtu (7/8/2021), yakni berjumlah 31.753 kasus.

Apabila ditotal, sampai saat ini sudah ada 3.666.031 kasus Covid-19 di Indonesia.

Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 lebih meningkat dibanding hari sebelumnya.

Sebanyak 48.508 pasien dinyatakan sembuh dari paparan virus Covid-19.

Maka, total angka kesembuhan kini berjumlah menjadi 3.084.702 orang.

Kemudian, untuk pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 1.498 jiwa.

Tambahan angka tersebut membuat total kasus kematian Covid-19 sudah ada 107.096. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved