Lawan Covid19
Gubernur Bangka Belitung Minta Dukungan Internet Maksimal Untuk Siswa Belajar Daring
Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan bantuan kuota internet untuk siswa belajar daring.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan bantuan kuota internet untuk siswa belajar daring.
Pada masa pandemi, siswa menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna mencegah penularan Covid-19.
Bantuan kuota internet untuk siswa ini mendapat respon positif dari para kepala daerah.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meminta dukungan internet maksimal untuk siswa belajar daring.
Ia berharap internet bantuan untuk kuota belajar siswa dapat meningkatkan kualitas internet di semua wilayah termasuk Bangka Belitung.
Akses internet gratis tersebut bisa menjangkau daerah yang belum mendapatkan akses internet secara maksimal di wilayahnya.
"Berbagai program untuk peningkatan PJJ dan pelatihan bagi guru terus dilakukan Pemprov Babel. Oleh karena itu, diharapkan bantuan kuota internet ini bisa memaksimalkan kualitas internet yang belum merata di beberapa daerah di Babel. Sebab, dukungan koneksi yang maksimal sangat dibutuhkan dalam PJJ saat ini," kata Erzaldi Rosman dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta
Menurut Erzaldi, program lanjutan bantuan kuota internet untuk siswa dan guru itu merupakan bentuk dukungan bagi tenaga pendidik dan siswa.
Oleh karena itu, ia berharap bantuan ini bisa membuat peningkatan kinerja sesuai perkembangan zaman.
"Bantuan kuota internet untuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh, red) memang dibutuhkan di masa pandemi ini. Selain itu, bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk bersikap adaptif, agar meningkatkan kemampuan diri mengikuti perkembangan zaman dengan pola pikir terbuka, khususnya dalam situasi yang menuntut perubahan seperti saat ini," kata Erzaldi.
Erzaldi mengatakan, khusus di Provinsi Bangka Belitung, secara berkala guru mendapatkan pembelajaran dan pelatihan, agar dapat melakukan pengajaran secara inovatif dan kreatif.
Kuota Internet untuk PJJ Disalurkan Sesuai Data Terbaru
Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek memastikan program lanjutan bantuan kuota internet untuk siswa dan guru.
Hal ini bertujuan untuk menjamin pendidikan berkualitas dapat terus terlaksana di masa pandemi. Bantuan kuota data internet tersebut akan disalurkan pada tanggal 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November 2021, dan berlaku selama 30 hari sejak diterima.
"Mulai bulan depan, pemerintah akan melanjutkan proses distribusi tambahan bantuan kuota data internet senilai Rp2,3 triliun bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen" kata PLT Kapusdatin Kemendikbud Ristek, M. Hasan Chabibie saat diskusi FMB9 ID, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Fakta Tentang Vaksin Sinovac, Astrazeneca dan Moderna yang Dipakai Indonesia Untuk Menangani Pandemi
Hasan menambahkan, terdapat pembaruan data penerima bantuan kuota internet bagi siswa PAUD, SD-SMP-SMA, dan Mahasiswa hingga Dosen.
Untuk itu, Hasan mengimbau agar masing-masing sekolah untuk memperbarui data penerima melalui Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM ) di laman kuota-belajar.kemendikbud.go.id.
"Karena dipastikan ada pembaruan data terkait jumlah penerima bantuan kuota. Satuan pendidikan bisa mengunduh SPTJM di laman Kemendikbud untuk mengupdate jumlah penerima kuota tersebut," jelas Hasan.
Sebagai informasi, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah akan menyalurkan Rp 2,3 triliun untuk program bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta pelajar mahasiswa, guru, dan dosen.
Kuota internet belajar dari Kemendikbudristek terdiri dari 7 GB untuk pelajar PAUD, 10 GB untuk pelajar SD dan sekolah menengah, 12 GB untuk pendidik jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah dan 15 GB untuk dosen dan mahasiswa.
Baca juga: Jika Pemilu Digelar Sekarang, Gubernur Ini Bakal Jadi Presiden, Ini Hasil Survei Elektabilitasnya
Satuan pendidikan bisa mengakses kuota-belajar.kemendikbud.go.id untuk mengunduh SPTJM hingga 28 Agustus 2021. Sementara untuk masa unggah SPTJM berakhir pada 31 Agustus 2021.
Nantinya bantuan kuota akan dikirimkan ke nomor ponsel penerima yang terdaftar pada SPTJM.
Daerah Masih Sulit Menjangkau Akses Internet
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Danang Hidayatullah meminta pemerintah memetakan daerah yang masih sulit menjangkau akses internet.
Hal itu disampaikannya seiring dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk melanjutkan bantuan kuota internet untuk siswa dan guru.
"Bahwa program bantuan kuota internet ini diperuntukkan untuk siswa dan guru di seluruh Indonesia, maka diharapkan pemerintah bisa memetakan daftar wilayah yang masih memiliki kesulitan dalam jangkauan akses internet agar ditingkatkan infrastrukturnya. Agar program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh, red) ini bisa berjalan maksimal dan dimanfaatkan baik oleh seluruh siswa dan guru," inbuh Danang.
Dalam program lanjutan bantuan kuota internet ini, pemerintah juga telah meminta bantuan provider dalam hal penguatan kualitas layanan.
Baca juga: Sebelum Tewas Dibakar Dokter, Kekasih Pernah Ungkap Kata Cinta di Belitung My Lovely Doctor
Akselerasi dan penguatan sinyal juga dilakukan pemerintah, berdasarkan peta koneksi yang ada.
Sedangkan bagi peserta didik, guru atau sekolah yang memiliki kendala sarana teknologi, pemerintah tengah menyiapkan program bantuan laptop kepada sekolah serta pengadaan perangkat penunjang materi PIK (Pengantar Instalasi Komputer).
Pemerintah juga mendorong kolaborasi masyarakat, serta alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bagian solusi masalah tersebut.
Bantuan kuota data internet tersebut akan disalurkan pada tanggal 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November 2021, dan berlaku selama 30 hari sejak diterima.
"Mulai bulan depan, pemerintah akan melanjutkan proses distribusi tambahan bantuan kuota data internet senilai Rp2,3 triliun bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen" kata PLT Kapusdatin Kemendikbud Ristek, M. Hasan Chabibie saat diskusi FMB9 ID, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Pedagang Ini Nekat Gunakan Daging Manusia Sebagai Topping Mie, Kondisi Dapur Mengerikan, Ada Bercak
Hasan menambahkan, terdapat pembaruan data penerima bantuan kuota internet bagi siswa PAUD, SD-SMP-SMA, dan Mahasiswa hingga Dosen.
Untuk itu, Hasan mengimbau agar masing-masing sekolah untuk memperbarui data penerima melalui Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM ) di laman kuota-belajar.kemendikbud.go.id.
"Karena dipastikan ada pembaruan data terkait jumlah penerima bantuan kuota. Satuan pendidikan bisa mengunduh SPTJM di laman Kemendikbud untuk mengupdate jumlah penerima kuota tersebut," jelas Hasan. (Tribunnews.com/Fandi Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210813-diskusi-tentang-bantuan-kuota-internet-untuk-siswa.jpg)