Selasa, 5 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Kekurangan Oksigen dan Obat Obatan, Jadi Perhatian Kapolri dan Panglima TNI

Nantinya kata Listyo, solusi kekurangan tersebut akan menjadi atensi dan perhatian dirinya dan Panglima TNI.

Tayang:
Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat memberikan keterangan pers usai meninjau persentasi aplikasi Silacak oleh Bhabinktibmas dan Babinsa, di Polda Babel, Sabtu (14/8/2021) petang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Bangka Belitung, kekurangan stok oksigen dan obat obatan.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers usai meninjau persentasi aplikasi Silacak oleh Bhabinktibmas dan Babinsa, di Polda Babel, Sabtu (14/8/2021) petang.

Nantinya kata Listyo, solusi kekurangan tersebut akan menjadi atensi dan perhatian dirinya dan Panglima TNI.

"Beberapa kekurangan yang tadi disampaikan seperti oksigen yang mungkin perlu ditambah dan obat obatan nanti kami bersama pak Panglima akan terus berupaya menyuplai agar penanggulangan covid di Babel maksimal," kata Listyo.

Menurut Listyo, adanya trend perubahan disentrum Covid 19 dua pekan terakhir di luar pulau Jawa, khususnya Sumatera menjadi salah satu alasan kedatangan pihaknya ke Bumi Serumpun Sebalai.

"Dua Minggu terakhir Kita melaksanakan peninjau langsung ke beberapa daerah  di luar pulau Jawa, karena terjadi perubahan awalnya disentrum pertumbuhan Covid merebak di jawa dan  Bali. Namun saat ini bergeser ke wilayah pulau jawa," bebernya.

Kondisi tersebut membuat, Listyo menyebut perlu adanya langkah langkah produktif sehingga laju pertumbuhan Covid 19 di Babel bisa dikendalikan.

"Salah satunya pembatasan kegiatan di wilayah yang masih level 4 dan bagaimana meningkatkan prokes terhadap wilayah yang diberikan kelonggaran. Sehingga kelonggaran diberikan tapi penegakan aturan prokes betul betul dilaksanakan," pungkasnya.

Selain itu, upaya mendorong masyarakat yang masih memilih Isoman agar beralih  ke Isoter yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Terlebih kualitas perawatan di lokasi lokais Isoter cukup mempuni. Baik dari jumlah tenaga kesehatannya, fasilitas, sarana prasarana hingga ketersediaan obat obatan.

"Apabila dibandikan dengan Insoman Isoter lebih maksimal. Ini harus dilaksanakan agar masyarakat yang di rawat betul betul sembuh dan resiko terjadinya penularan terkait kegiatan isoman yang tidak terdetek bisa dihindari.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved