Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Pemkot Pangkalpinang Bersama Masyarakat Komitmen Jaga Protokol Kesehatan

selama PPKM level 3 ini, ia sama sekali tak ingin membuat para UMKM di Kota Pangkalpinang ikut merasakan dampaknya

Editor: Agus Nuryadhyn
Bangkapos/Irakurniati
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil berterima kasih kepada semua pihak karena wilayahnya tak masuk dalam penerapan PPKM level 4.

Diketahui, berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 32 tahun 2021 yang mengatur pelaksanaan PPKM di luar Jawa dan Bali, hanya Kota Pangkalpinang yang sejak awal tak perlu ditetapkan PPKM level 4.

Molen mengakui sejak awal pihaknya memang sudah berkomitmen untuk menggempur permasalahan Covid‑19 di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, kepercayaan pusat terhadap Pangkalpinang, tak lepas dari upaya bersama masyarakat Kota Pangkalpinang untuk terus menjaga protokol kesehatan.

"Ini berkat kerja keras kita semua, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada tim gugus tugas kita, para tenaga kesehatan yang sudah berjibaku bergerak bersama dan tentunya masyarakat Kota Pangkalpinang yang sudah bersama‑sama melawan Covid‑19 ini, dan menaati aturan kita selama PPKM level 3 yang humanis," ujar Molen, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Melandai,Tingkat Kesembuhan Tinggi Sejak Berlaku PPKM Level 4

Menurutnya, selama PPKM level 3 ini, ia sama sekali tak ingin membuat para UMKM di Kota Pangkalpinang ikut merasakan dampaknya. Apalagi UMKM baru Kota Pangkalpinang, dan UMKM lainnya yang tetap bertahan di masa Covid‑19.

"Di balik kesulitan ini nanti akan ada kebaikannya, pusat sudah mengambil kebijakan yang harus kita patuhi, nah kita yang di pemerintah daerah ini harus melunakkan kebijakan dari atas agar dapat diterima oleh masyarakat apalagi yang terkena dampak, jangan keras tapi kebijakan tetap ada," jelasnya.

Baca juga: Ini Alasan Pedagang Angkringan Gugat Jokowi Soal PPKM dan Minta Menko Kemaritiman Jangan Urus Covid

Baca juga: Minuman Olahan Jeruk Kunci Mirando Tembus Pasar Nasional

Molen mangatakan, untuk daerah negatif memang harus keras. Namun, untuk para UMKM, tetap dipersilakan buka asalkan tidak menimbulkan kerumunan.

"Yang sifatnya negatif seperti arena judi, prostitusi, hiburan‑hiburan malam itu saya kira kita keras, silakan tutup tidak ada alasan. Tapi bagi kawan‑kawan yang berusaha yang tidak menciptakan kerumunan ya kasihanlah, kenapa tidak silakan buka, saya rasa mereka mau cari makan kenapa harus kita larang. Mau makan di situ juga tidak masalah," tegasnya.

Pihaknya juga memastikan terus berupaya untuk turun menjadi level 2 bahkan level 1.

"Kita terus kerja keras untuk turun level, menghadapinya seperti ini jangan jadikan beban, syukuri ini nikmat Allah SWT, hadapi dengan senyuman jangan ditakut‑takuti, justru kita hadapi dengan hati senang, pikiran positif, jiwa yang sehat, dan kantong yang sehat. Kalau bisa ini kita lalui dengan baik Covid‑19 pasti bisa juga kita atasi," ujarnya. (t2)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved