Kamis, 18 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Pasca Vaksin Booster Moderna, Wali Kota Pangkalpinang Molen Sakit

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil diketahui sedang sakit atau sedang tidak enak badan, pasca penyuntikan vaksin ketiga atau booster Moderna.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

Apa itu vaksin Moderna?

Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) vaksin Moderna merupakan vaksin Covid-19 dengan platform mRNA dan nukleosida dimodifikasi agar dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga dapat mencegah penyakit Covid-19.

Vaksin Moderna yang akan dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273 dengan penyuntikan yang dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis.

Berdasarkan data dari MOderna, INC, dosis tunggal mRNA-1273 atau mRNA-1273.351 dosis 50 gram bisa diberikan sebagai booster untuk individu yang sebelumnya divaksinasi.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan respons titer antibodi penetralisir terhadap SARS-CoV-2 dan dua varian yang menjadi perhatian yaitu B.1.351 (pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan) dan P.1 (pertama kali diidentifikasi di Brasil).

Hasil uji klinis juga membuktikan bahwa efek samping yang dihasilkan dari vaksin booster ini umumnya bisa ditoleransi dengan baik.

Sebagian besar efek samping yang terjadi bisa berupa efek ringan hingga sedang.

Efek samping lokal yang paling umum terjadi adalah nyeri tempat suntikan.

Selian itu, efek samping yang bisa dirasakan penerima vaksin dosis ketiga ini adalah lelahan, sakit kepala, mialgia, dan artralgia atau nyeri sendi.

Catatan tentang vaksin Moderna

Vaksin Moderna ini tidak bisa diberikan kepada individu dengan riwayat reaksi alergi parah terhadap komponen apa pun dari Vaksin Moderna Covid-19.

Penerima vaksin ini juga harus mendapatkan pantauan khusus untuk menghindari adanya hal buruk yang bisa saja terjadi.

Orang dengan imunokompromais, termasuk individu yang menerima terapi imunosupresif, mungkin memiliki respons yang kurang terhadap Vaksin Moderna Covid-19.

Selain itu, tidak ada data yang cukup memadai mengenai keamanan dan efektivitas vaksin ini terhadap ibu hamil dan menyusui. (Bangkapos.com/Andhini/ kompas.com)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved