Warga Tuntut TI Selam Beroperasi
BREAKING NEWS, Warga Bakit Datangi Kantor Desa, Minta TI Selam Beroperasi di Teluk Kelabat Dalam
Sejumlah masyarakat Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendatangi Kantor Desa Bakit
Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah warga Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendatangi Kantor Desa Bakit, Rabu (25/8/2021) pagi
Kedatangan mereka ke kantor tersebut guna menuntut kepada pihak desa untuk mengizinkan, ponton selam (alat seperti bagan yang digunakan untuk mengambil pasar timah dari dalam laut, agar tetap beroperasi, di perairan Teluk Kelabat Dalam, di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga.
Berdasarkan pantauan Bangkapos.com, pada Selasa (24/8/2021), ratusan ponton tambang inkonvensional (TI) masih beroperasi di perairan tersebut.
Baca juga: Gara-gara Adegan Mesra dengan Ariel NOAH, Sosok Wanita Cantik Ini Dapat Pertanyaan dari Banyak Orang
Baca juga: Pria Bawa Golok Ngaku Jenderal Digebuk Warga, Usut Punya Usut Ternyata Tentara Perwira Aktif
Ponton tambang yang masih beroperasi di kawasan itu, merupakan ponton jenis rajuk (menggunakan pipa dari atas ponton).
Sedangkan ponton jenis selam (turun langsung ke dalam air) dilarang untuk beraktivitas di sana.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pj Kepala Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Benyamin, masyarakat meminta agar ponton TI jenis selam tetap beroperasi di sana.
"Iya mereka menuntut untuk TI selam tetap beroperasi di Perairan Teluk Kelabat Dalam, bukan hanya TI rajuk saja. Sebenarnya aturan tersebut dibuat oleh salah satu PT Lautan Sarana Mendirikan (LSM)," kata Benyamin, saat dikonfirmasi via Telpon, Rabu (25/8/2021).
Lanjut Benyamin, masyarakat mendesak kepada pihaknya untuk mengeluarkan aturan, kalau salah satu tidak bisa beroperasi maka semuanya tidak beroperasi.
"Mereka meminta kepada kami kalau TI selam tidak bekerja, maka semuanya tidak bekerja. Karena mereka menjadi penonton sudah beberapa Minggu," ungkapnya.
Baca juga: Aksi Maria Vania Kenakan Celana Hitam dan Bergoyang Tuai Sorotan, Cobain Deh Lemes Enggak?
Saat ditanya, kalau ingin bekerja di Perairan Teluk Kelabat Dalam tersebut para pemilik ponton harus membayar bendera dengan harga yang sudah dipatokan oleh pihak panitia.
"Kalau itu saya kurang monitor karena saya baru jadi kepada desa, dan dengar-dengar sih ada begitu," kata Benyamin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangkapos.com, setelah menggelar aksi demo di Kantor Desa Bakit, sejumlah masyarakat melanjutkan aksi tersebut ke Kantor Bupati Bangka Barat.
"Saat ini kami mau berangkat ke sana," ucap Benyamin.
(Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210825-warga-demo.jpg)