Rabu, 6 Mei 2026

Pria Bawa Golok Ngaku Jenderal Digebuk Warga, Usut Punya Usut Ternyata Tentara Perwira Aktif

Seorang pria berinisial YIS, yang ternyata seorang tentara perwira aktif dipukul sejumlah warga.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi pemukulan seorang pria yang ternyata tentara perwira aktif 

BANGKAPOS.COM - Seorang pria berinisial YIS, yang ternyata seorang tentara perwira aktif dipukul sejumlah warga.

Kejadian itu bermula dari masalah pemasangan patok besi di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Warga tersulut emosi karena diduga perwira TNI AU itu berbuat arogan.

Namun, belakangan YIS mengadukan masalah yang sebelumnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan ke polisi.

Baca juga: KAKAK Kandung Ungkap Teror Istri Muda Lewat WhatsApp, Kasus Ibu dan Anak Dibunuh Masih Misterius

Kronologi kejadian

Kejadian ini bermula dari keributan yang terjadi di pertigaan Jalan Waluran Lebak pada Kamis (19/8/2021).

Dikutip dari TribunJabar, menurut Kepala Desa Sukalaksana, Oban Sobana, peristwa bermula dari seorang pengendara berinsial YIS yang mengaku seorang jenderal bintang 2 memaksa warga yang berada di lokasi untuk membongkar patok besi di pinggir jalan.

Baca juga: Titik Terang Sosok Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Istri Muda dan Pacar Amelia Diperiksa Polisi

Patok besi itu berfungsi sebagai portal guna membatasi truk yang masuk ke jalan utama desa.

Portal itu sebenarnya masih bisa dilewati oleh kendaraan yang lewat, termasuk oleh truk engkel pengangkut sayuran sekalipun.

Warga yang menolak permintaan YIS kemudian mempertanyakan apakah YIS sudah mengantongi izin dari pemerintah desa untuk membongkar patok besi itu.

Bukannya merespons pertanyaan warga, YIS justru marah dan mengancam warga dengan mengacungkan golok.

Baca juga: Cek Daftar Harga Sepeda Polygon Agustus 2021, Jenis Sepeda Balap Kini Paling Diminati

Ia juga meminta agar kepala desa didatangkan.

"Karena katanya, 'jangankan kepala desa, bupati, atau gubernur sekalipun bisa ia berhentikan dari jabatannya saat itu juga'," kata Oban menirukan perkataan YIS saat itu.

Karena merasa takut, akhirnya warga yang ada di sana pun menuruti perintah YIS.

YIS, kata Oban, kemudian membawa patok besi itu menggunakan mobilnya menuju Kampung Sangiang Lawang, Desa Parakan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved