Breaking News:

Berita Sungailiat

Angin Puting Beliung Hantam Lima Rumah di Sungailiat, Satu Rusak Parah

Kejadian bencana angin kencang atau puting beliung di sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung, terjadi pada Minggu (29/8/2021) malam tadi.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
IST/BPBD Babel
Kejadian bencana angin kencang atau puting beliung disejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung, terjadi pada Minggu (29/8/2021) malam tadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejadian bencana angin kencang atau puting beliung di sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung, terjadi pada Minggu (29/8/2021) malam tadi.

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan kejadian puting beliung terjadi pada di Lingkungan Tunas Kelapa Kelurahan Surya Timur, Kecamatan Sungailiat.

"Waktu kejadiannya pada pukul 19.30 WIB, sebanyak lima unit rumag terdampak mengalami kerusakan dari ringan hingga berat," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (30/8/2021).

Dia menjelaskan dari lima unit rumah yang terdampak bencana angin puting beliung, terdiri dari satu rumah dengan rusak berat, tiga rumah rusak sedang dan satu rumah rusak ringan.

"Untuk korban jiwa tidak ada atau nihil. Kronologinya angin kencang disertai hujan dan petir terjadi pada malam tadi. Sehingga mengakibatkan atap rumah korban hancur sebagian yang disebabkan angin kencang dan menyebabkan kerusakan pada atap rumah," jelasnya.

Dia menambahkan untuk kerugian akibat bencana tersebut belum dapat ditaksirkan.

"Upaya kita bersama BPBD Kabupaten Bangka yang mendapat lporan tersebut dan Tim URC II beserta Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan langsung ke lokasi kejadian bencana dan melakukan kaji cepat. Untuk kerugian belum dapat dipastikan karena masih didata," katanya.

Mikron Antariksa, mengatakan ada 10 jenis bencana berpotensi di Bangka Belitung, dua di antaranya bencana gempa bumi dan kegagalan teknologi yang hanya masuk dalam kategori kelas rendah sisanya tinggi dan sedang.

"Yang kelas sedang itu ada pada potensi bencana tanah longsor. Kemudian sisanya tinggi, seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran hutan/lahan, kekeringan, hingga epedemi dan wabah penyakit termasuk pandemi Covid-19," jelas Mikron.

Ia menjelaskan hingga hari ini belum ada bencana banjir terjadi di Babel, walaupun telah mengalami intensitas hujan yang lebat beberapa hari terakhir ini.

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim Bisa Berbahaya, Bagaimana Kalau Dokter larang Hubungan Suami Istri 15 Tahun

Baca juga: Urutan Sholat Jenazah Mulai dari Niat hingga Bacaan Ayat Tiap Takbir

Baca juga: Jesselyn Lauwreen Tepati Janjinya pada Lord Adi Jadi Juara MasterChef Indonesia Season 8

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved