Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Satu SMP Negeri di Pangkalpinang Sepi Peminat, Ini Alasannya

Guna menutupi kekurangan tersebut, pihak sekolah terpaksa menerima peserta didik baru dari luar daerah seperti dari Pangkalan Baru

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Kepala SMPN 10 Pangkalpinang, Abdul Musawwiri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Kepala SMPN 10 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Musawwiri mengaku pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Juli lalu sekolah sepi peminat. Bahkan dari 215 kuota yang disediakan hanya terpenuhi 75 persennya saja.

Guna menutupi kekurangan tersebut, pihak sekolah terpaksa menerima peserta didik baru dari luar daerah seperti dari Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Baca juga: Anggota DPRD Babel Setiap Tahun Dapat Jatah 4 Stel Baju Dinas, Habiskan Anggaran Rp300 Jutaan

“Itu masih kurang, karena banyak masyarakat sekitar yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit. Sedangkan untuk peminat dari luar daerah banyak bahkan sampai 50 siswa,” kata dia di Pangkalpinang, Senin (30/8/2021).

Menurut Abdul, sepinya peminat siswa untuk mengenyam pendidikan di SMPN 10 Pangkalpinang karena dilatarbelakangi oleh sebagian orang tua tidak percaya dengan fasilitas, kualitas dan kompetisi sekolah ini.

Padahal faktanya, lanjut dia, dalam bidang ekstrakurikuler sekolah ini sudah memiliki branding pada bidang atletik, bahkan hingga ke kanca nasional.

“Mungkin karena pencitraan kurang dan pandangan masyarakat masih sebelah mata karena sekolah ini berada di ujung perbatasan. Padahal kalau orangtua anak-anak perumahan sekitar SMP ini peduli pendidikan, kita bisa berkolaborasi memajukan sekolah ini,” terang Abdul.

Meskipun begitu, Abdul tetap optimis untuk membawa SMPN 10 Pangkalpinang agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Potensi sekolah ini saya lihat memang bagus. Fasilitas, sarana dan prasarana serta guru yang ada juga di SMPN 10 juga sama dengan sekolah negeri lain jadi masyarakat tak usah ragu. Memang semua ini tetap tertutup dengan pandangan masyarakat yang dahulu,” tukasnya.

Sempat diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebut, rencananya Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membangun SMPN 11 Pangkalpinang.

Dimana saat ini kata Eddy, rasio per kelasnya SMP saat ini belum ideal dan tidak memenuhi standar nasional.

“Secara nasionalnya kita belum standar, idealnya satu kelas SMP itu 32 siswa dan sekarang kita satu kelasnya kita 36 sampai 40 siswa karena itu ruangan kelas kita masih kekurangan, nah kalau SD sudah ideal satu kelasnya sudah 32 siswa," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com, Jumat (28/5).

Menurutnya, pembangunan sekolah baru ini untuk mengidealkan rasio siswa per kelasnya itu, dengan membuka sekolah baru di Pangkalpinang.

pembangunan SMP baru tersebut akan dilaksanakan tahun depan di 2022 dan akan dibangun di Selindung kota Pangkalpinang. (Bangkapos/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved