Jumat, 24 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Kabar Baik, Kasus Sembuh Covid-19 di Babel Meningkat, Kasus Meninggal Dunia Menurun

Kasus kesembuhan akibat Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan, pada Selasa (31/8/2021) berjumlah 321 kasus.

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gedung Asrama Haji yang dijadikan tempat isolasi terpadu oleh Pemprov Bangka Belitung. Foto diambil pada Rabu (4/8/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus kesembuhan akibat Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan, pada Selasa (31/8/2021) berjumlah 321 kasus.

Jumlah ini terus bertambah sejak tiga hari terakhir, pada Sabtu (28/8/2021) sebanyak 401 kasus, Minggu (29/8/2021) 319 kasus, Senin (30/8/2021) 361 kasus dan Selasa (31/8/2021) hari ini 321 kasus.

Sementara untuk kasus meninggal dunia mengalami penurunan pada hari ini hanya 11 kasus, ketimbang Minggu (15/8/2021) kemarin mencapai 15 kasus.

Dengan pemurunan kasus ini, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, berupaya untuk terus meningkatkan kesembuhan dan menurunkan kasus meninggal dunia dengan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah.

Seperti pembentukan satgassus isolasi terpadu, satgasus tracking/tracing, satgassus oksigen dan satgassus angaran yang telah bekerja.

"Kita semua terus berupaya selama ini dalam pelaksanan PPKM kita bahu membahu, kita lakukan evaluasi lagi, harus menunjukan penurunan kasus," kata Erzaldi Rosman, pada Selasa (31/3/2021).

Dia juga menekankan isolasi mandiri tidak dilakukan dengan harapan warga positif dapat diawasi dan mendapatkan pelayanan maksimal dari tenaga kesehatan.

"Dilakukan isolasi terpusat sehingga tidak ada lagi yang isolasi mandiri, harus ada tindakan penjemputan bila ada yang isoman ditempatkan ke lokasi terpusat.  Selain itu kita memperbanyak vaksin, berupaya bersama TNI/Polri melakukan penebalan di kabupaten/kota. Semua harus diawasi, kenali, kontrol," lanjutnya.

Terpisah, Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, sejauh untuk pelaksanan isolasi mandiri tidak ada lagi dilakukan di Kabupaten Bangka Barat.

"Bangka Barat tidak ada isoman, tetapi tidak untuk kabupaten lain yang masih ada isoman. Namun kita berupaya untuk terus meminta masyarakat melakukan isolasi secara terpadu di tempat fasilita yang telah disediakan pemerintah daerah,"katanya.

Dengan diperpanjangan PPKM, Mikrob mengatakan yang masih menjadi fokus pemprov yaitu ada pada testing/trcaking, yang belum maksimal dilakukan.

"Testing kita itu sampai 27 agustus positivity rate 21 persen dari 100 orang ada 21 orang yang positif, testing itu baru mencapai dua ribu sehari seharusnya berdasarkan inmendagri masih kurang seharusnya mencapai 3.500,"katanya.

Kemudian, testing yang dilakukan kepada pasien bergejala belum mencapai 10 orang, dari satu pasien positif dilakukan hanya ke dua orang kontak erat saja.

"Testing ini masih kecil, sehingga akan kita genjot coba dilakukan satgas tracking dan testing untuk terus bekerja optimal lagi melakukan pekerjaanya," ujarnya.

Berkaitan kasus kasus sembuh yang meningkat dan positif menurun, Mikron meminta jangan terlena, karena potensi terjangkit Covid-19 masih dapat terjadi di Babel.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved