Virus Corona di Bangka Belitung
Mendagri Tito Evaluasi Penanganan Covid-19 di Babel, Ini Kata Satgas Covid-19 Babel
Bangka Belitung memiliki potensi membendung penyebaran virus karena daerah kepulauan. Sehingga berpeluang membendung
Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, menanggapi terkaitan evaluasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang harus dilakukan Pemprov Babel.
Seperti Bangka Belitung memiliki potensi membendung penyebaran virus karena daerah kepulauan. Sehingga berpeluang membendung, memperketat bandara, memperketat pelabuhan dalam mencegah penyebaranya.
Menurutya, selama ini dalam penanganan Covid-19, pihaknya telah melakukan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri dalam upaya mengendalikan kasus Covid-19.
Baca juga: Lewat Istrinya, Narapidana Ini Leluasa Kendalikan Transaksi dari Dalam Lapas Narkotika Pangkalpinang
Baca juga: Lowongan Kerja Rans Entertainment September 2021, Gaji Karyawan Raffi Ahmad Nagita Slavina Terungkap
"Betul selama ini sering pakai gas dan rem pada waktu peningkatan dan pembatasan pembatasan untuk penyekatan seperti di pelabuhan dan bandara sudah pernah kita laksanakan,"jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Jumat (3/9/2021) di tempat kerjanya.
Dia mengatakan pada prinsipnya pemerintah telah berupaya untuk melakukan penekanan kasus Covid-19 di Babel sejak awal masuk hingga saat ini.
"Kita ketahui memang saat ini yang menyebabkan tingginya penyebaran karena virus varian delta yang membuat sangat cepat menular, karena varian baru terbukti telah meningkatkan keterjangkitan enam kali lipat," katanya.
Kemudian berkaitan penyekatan dan pengawasan bandara dan pelabuhan yang disampaikan Mendagri, telah pernah dilakukan oleh Pemprov Babel.
"Kita sudah melakukan penyekatan, pembatasan, pintu masuk baik di bandara, sudah dilakukan diawal-awal wabah Corona kita malahan memberikan satu hari satu maskapai pesawat hanya satu yang mendarat di Babel," tegasnya.
Dia mengatakan yang bakal menjadi fokus evaluasi penanganan Covid-19 di Babel ialah, persoalan data terkonfirmasi harus update dan terbaru.
"Kita ini mendorong terus untuk tracking, testing treatmen termasuk, memperbaiki update data. Karena kadang-kadang terjadi lonjakan dan sering tidak stabil dari pendataan di Babel ini. Seperti hari libur sedikit kasus terkonfirmasi, sementara hari Selasa, Rabu, Kamis melonjak dari hasil testing. Termasuk keterlambatan kita mengirim data hari ini disampaikan besok yang seharusnya data hari ini disampaikan hari ini juga," tegasnya.
Senada disampaikan, Juru Bicara Satgas Covid-19, Andi Budi Prayitno, mengatakan,
dalam kunjungan Mendagri Tito Karnavian meminta masyarakat yang terpapar Covid-19 agar dapat dirawat di isolasi terpusat, karena memiliki fasilitas dan perawatan yang lebih memadai.
"Ia meminta agar tren penurunan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio/BOR dan tingkat kematian fatality rate akibat Covid-19 saat ini musti disikapi dengan langkah antisipatif sudah dilakukan," kata Andi.
Andi menambahkan, warga diminta jangan terlena, dengan turunka angka penyebaran, karena kondisi Covid-19 bersifat dinamis, bergantung pada capaian vaksinasi dan berkait dengan upaya masyarakat sendiri dalam menerapkan Protokol Kesehatan.
"Meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi penyebaran varian Delta yang sudah terdeteksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memaksimalkan realisasi pembayaran insentif tenaga kesehatan atau nakes," terangnya. (Bangkapos/Riki Pratama)
Sementara kasus tambahan positif Covid-19, pada hari ini, Jumat (3/9/2021) berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel, bertambah 251 kasus, total 47.928 kasus, sembuh bertambah 311 kasus, total 42.838 kasus, meninggal dunia bertambah 10 kasus, total 1.252 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210823-virus-corona-atau-covid-19-ilustrasi.jpg)