Selasa, 16 Juni 2026

bangka pos hari ini

2020, Babel Tertinggi Pernikahan Dini

kasus pernikahan dini yang tinggi saat ini, berakibat pula pada kasus perceraian di Babel.

Tayang:
Editor: Fitri Wahyuni
tribunnews
ilustrasi pernikahan dini 

BANGKAPOS.COM - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi wilayah tertinggi di Indonesia, dalam pertambahan kasus pernikahan dini di tahun 2020. Sedangkan, di tahun 2019, Babel berada di urutan delapan tertinggi se-Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3ACSKB) Babel, Asyraf Suryadhin mengatakan penyebab tingginya kasus pernikahan dini ini, karena rendahnya pengetahuan serta pendidikan anak dan orangtua, sehingga terjadi pernikahan sebelum waktunya.

"Sehingga mau tidak mau kita harus gencar menyelesaikan masalah ini, tidak menutup kemungkinan karena faktor pendidikan, pergaulan bebas yang dominan. Mereka melaksanakan pernikahan harus meminta rekomendasi, karena telah terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Asyraf.

Menurutnya, pernikahan dini ini memiliki korelasi antara pendidikan dan perkawinan. "Karena ketika tingkat pendidikan rendah, maka berhubungan dengan pernikahan di bawah usia semakin tinggi, sehingga perlu diberikan pemahaman," jelasnya.

Baca juga: Janda Kaya Raya Berusia 50Tahun ini Jalin Asmara dengan Pria Brondong, Sampai Rela Tes Kesuburan

Ia menambahkan dengan kasus pernikahan dini yang tinggi saat ini, berakibat pula pada kasus perceraian di Babel.

"Jadi perceraian juga tinggi, akibat pernikahan tinggi, Bangka Belitung se-Indonesia masuk lima besar, tingkat angka perceraiannya, ini faktornya pernikahan anak tinggi, sehingga tingkat perceraian tinggi pula," tuturnya.

Diakuinya, pemerintah juga telah berupaya memberikan sistem pembelajaran ke sekolah sekolah terkait pengetahuan perkawinan.

Namun memang diakuinya, terkendala pandemi Covid 19 yang membuat pelaksanaannya tidak berjalan maksimal.

Baca juga: Cinta Ditolak, Sopir Rental Ini Bunuh Kakak-beradik hingga Jenazah Ditenggelamkan di Sumur

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh mengatakan saat ini pemerintah daerah berupaya agar siswa mendapatkan pendidikan sebaik mungkin di sekolah dan tidak melaksanakan pernikahan secara dini.

"Kita ketahui selama pandemi ini permasalahan di sekolah terhadap yang putus sekolah. Faktornya ada beberapa seperti motivasi rendah, tidak sesuai jurusan, kepedulian keluarga tidak ada, sehingga mereka harus mencari nafkah dan pengaruh game online," jelas Soleh.

Ia menambahkan apabila perilaku yang disebutkan itu tidak dapat dikendalikan, maka berdampak pada tugas dan kewajiban sebagai pelajar.

Sehingga, menyebabkan siswa putus sekolah.

"Kalau mereka sudah berkeluarga tidak dapat lagi menempuh pendidikan formal, walaupun masih dapat dengan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan ujian paket untuk dapat melanjutkan," katanya.

Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Babel, jumlah siswa putus sekolah sejak 2019 hingga 2021 berjumlah 2.348 siswa dari total 112.000 siswa di Babel. Dari data tersebut penyebab putus sekolah siswa tertinggi karena pernikahan dini.

Pemprov Babel melakukan penandatanganan MoU dengan Kanwil Kemenag Babel, tentang pembinaan perkawinan calon pengantin (Catin) yang melibatkan Pemuka Agama Da'i Bina Umat.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved